Mahkamah Agung Tolak Mantan Anggota ISIS Shamima Begum Pulang ke Inggris

Shamima Begum, 19 tahun. Sumber: mirror.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Mahkamah Agung memutuskan untuk tidak mengizinkan mantan anggota ISIS, Shamima Begum, pulang ke Inggris. Dalam putusannya, yang didukung seluruh anggota majelis hakim, Mahkamah Agung Inggris beranggapan Shamima Begum tidak pantas untuk kembali menjadi warga negara Inggris usai bergabung dengan ISIS sebelumnya.

Putusan tersebut tak ayal menjadi pukulan telak untuk Shamima Begum. Pada pengadilan tingkat sebelumnya, ia sudah mendapat izin untuk kembali pulang ke Inggris. Namun, Kementerian Dalam Negeri mengajukan kasasi atas putusan itu, menganggapnya sebagai langkah yang bisa mengancam keamanan nasional dan memicu peningkatan terorisme.

"Majelis hakim secara bulat mengabulkan segala permohonan Kementerian Dalam Negeri dan menolak permohonan Saudari Begum. Hak untuk mendapat perlakuaan yang adil tidak serta merta menghilangkan segala pertimbangan demi kepentingan publik," ujar Ketua Majelis Hakim, Lord Reed, dikutip dari Sky News, Jumat, 26 Februari 2021.

Diberitakan sebelumnya, Shamima Begum kehilangan kewarganegaraan Inggrisnya ketika ia didapati pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada 2019. Kala itu, kewarganegaraan Inggris Shamima Begum dicabut oleh oleh Menteri Dalam Negeri Sajid Javid.

Belakangan, Shamima Begum memutuskan untuk keluar dari ISIS. Namun, karena kewarganegaraannya sudah dicabut, permohonannya untuk bisa kembali ke Inggris ditolak. Shamima Begum kemudian mencoba mengajukan banding atas pencabutan tersebut pada 31 Juni 2019.

Shamima memutuskan untuk keluar dari ISIS dan mencoba kembali ke Inggris karena apa yang ia dapati tidak sesuai ekspektasinya. Ketiga anaknya, yang lahir dari pernikahan dengan kombatan ISIS, juga meninggal di Suriah yang membuatnya semakin ingin pulang. Saat ini, ia masih bertahan di kamp pengungsian bersama penyintas eks ISIS lainnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Begum belum memberikan komentar apapun terhadap putusan Mahkamah Agung. Sebelumnya, ketika Pengadilan Tinggi Inggris mengabulkan permohonan Begum, pihaknya mengapresiasi hal itu karena Begum akhirnya memiliki kesempatan untuk menjelaskan situasinya.

DI satu sisi, keputusan dari Mahkamah Agung ini sekaligus menambah jumlah warga negara Inggris yang kewarganegaraannya telah dicabut. Menurut laporan Sky News, total sudah ada 150 orang yang kehilangan kewarganegaraan karena pertimbangan keamanan nasional.

Baca juga: Inggris Turunkan Status Darurat COVID-19 Satu Level

ISTMAN MP | SKY NEWS






TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

1 jam lalu

TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

Nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI), yang dijanjikan untuk ditempatkan di perkebunan Inggris masih tidak jelas.


Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

23 jam lalu

Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengungkap pihaknya akan meningkatkan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.


Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

1 hari lalu

Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

Iran memanggil duta besar Inggris dan Norwegia karena dinilai campur tangan dalam demo menggugat kematian Mahsa Amini


Raja Charles Berfoto dengan Kotak Merah, Tempat Dokumen dari Pemerintah

3 hari lalu

Raja Charles Berfoto dengan Kotak Merah, Tempat Dokumen dari Pemerintah

Raja Charles terlihat berada di balik meja kerja dengan sebuah kotak merah tempat dokumen dari pemerintah Inggris.


Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

3 hari lalu

Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

Palestina terkejut ketika PM Israel mengatakan Inggris akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.


Liz Truss dan Joe Biden Sepakat Terus Bantu Ukraina

4 hari lalu

Liz Truss dan Joe Biden Sepakat Terus Bantu Ukraina

Liz Truss dan Biden setuju untuk mengambil tindakan setelah Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer ke Ukraina.


Setelah Ratu Elizabeth II Wafat, Sejumlah Negara Persemakmuran Inggris Ingin Jadi Republik

4 hari lalu

Setelah Ratu Elizabeth II Wafat, Sejumlah Negara Persemakmuran Inggris Ingin Jadi Republik

Sebelum kematian Ratu Elizabeth II pada 8 September lalu, beberapa negara persemakmuran mulai serius mempertanyakan nasib mereka.


Lawan Argentina, Inggris, dan AS di Piala Dunia Amputasi 2022, Ini Kata Kapten Timnas Indonesia

5 hari lalu

Lawan Argentina, Inggris, dan AS di Piala Dunia Amputasi 2022, Ini Kata Kapten Timnas Indonesia

Kapten timnas sepak bola amputasi Indonesia, Aditya, optimistis bisa melangkah jauh di Piala Dunia Amputasi 2022 di Istanbul, Turki pada Oktober 2022.


Raja Charles III Berencana Revisi Undang-Undang

5 hari lalu

Raja Charles III Berencana Revisi Undang-Undang

Raja Charles III sedang mempertimbangkan untuk menulis ulang undang-undang wilayah yang berusia 85 tahun.


Cetak Rekor, Pemakaman Ratu Elizabeth Ditonton 26 Juta Orang di Inggris

5 hari lalu

Cetak Rekor, Pemakaman Ratu Elizabeth Ditonton 26 Juta Orang di Inggris

Pemakaman Ratu Elizabeth disiarkan langsung di stasiun TV Inggris.