Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Fakta tentang Gustavo Petro, Presiden Kolombia, Pembela Hak-hak Palestina

Reporter

Editor

Ida Rosdalina

image-gnews
Presiden Kolombia Gustavo Petro. Luisa Gonzalez/Reuters
Presiden Kolombia Gustavo Petro. Luisa Gonzalez/Reuters
Iklan

TEMPO.CO, JakartaPresiden Kolombia Gustavo Petro pada Rabu, 1 Mei 2024, mengatakan dia akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel atas tindakannya di Gaza.

“Di sini, di hadapan Anda, pemerintahan perubahan, presiden republik ini mengumumkan bahwa besok kami akan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Israel… karena memiliki pemerintahan, karena memiliki presiden yang melakukan genosida,” kata Petro. menyemangati massa di Bogota yang berbaris memperingati Hari Buruh Internasional dan mendukung reformasi sosial dan ekonomi yang dilakukan Petro.

Negara-negara tidak bisa pasif dalam menghadapi kejadian di Gaza, tambahnya.

Gustavo Petro, kelahiran 19 April 1964, menjadi salah satu pemimpin dunia yang sangat vokal atas kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina. Berikut fakta-fakta mengenai dirinya yang telah lama menjadi pembela warga Palestina:

Tidak Mau Ikut Skenario Barat

Saat serangan 7 Oktober 2024, banyak pemimpin dunia mengikuti jejak AS untuk mengutuk Hamas dan menyatakan Israel memiliki “hak untuk membela diri”. Namun salah satu pemimpin yang tidak mengikuti naskah adalah Presiden Kolombia Gustavo Petro. Ia segera menyerukan perundingan damai dan pengakuan kenegaraan Palestina.

Pengkritik Keras Israel

Meskipun tidak mengutuk Hamas, Petro me-retweet para komentator yang meratapi “kematian warga Israel yang mengerikan” namun memperingatkan akan bahaya respons Israel yang tidak proporsional. Dalam beberapa bulan terakhir, Petro telah muncul sebagai salah satu pengkritik Israel yang paling keras.

Seorang presiden Kolombia yang menggunakan podiumnya untuk mengkritik pemerintah Israel merupakan hal yang sangat mengejutkan bagi sebuah negara yang memiliki hubungan historis dan kontemporer yang mendalam dengan Israel.

Dituduh sebagai antisemit dan penuh kebencian

Petro telah mengkritik keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan meminta untuk bergabung dalam kasus Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz menuduh Petro "antisemit dan penuh kebencian". Dia mengatakan langkah Petro merupakan hadiah bagi kelompok bersenjata Hamas, yang pada 7 Oktober memimpin serangan mematikan terhadap pangkalan militer dan komunitas Israel.

Membandingkan Israel dengan Nazi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bahkan sebelum pengepungan terbaru Israel terhadap Gaza, Gustavo Petro telah menyuarakan hak-hak Palestina. Retorika Petro yang berapi-api: Setelah Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa mereka memerangi “manusia binatang”, ia membandingkan orang Israel dengan Nazi. Dia juga mengecam “terorisme” Israel, dan setelah dituduh sebagai anti-Semit, dia membalas dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah mendukung Hitler “seperti halnya oligarki dan pers yang menyerang saya.”

Pada 31 Oktober, Petro mengumumkan bahwa ia akan mengadakan pertemuan dengan duta besar Kolombia di Israel. “Jika Israel tidak menghentikan pembantaian terhadap rakyat Palestina,” ia menulis di Twitter, “kita tidak bisa tetap berada di sana”. Kolombia bahkan berencana untuk membuka kedutaan besar baru di Ramallah dan berkomitmen untuk mengirimkan bantuan ke Gaza.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Australia Jatuhkan Sanksi terhadap Pemukim Israel, Bidik Ekstremis Sayap Kanan

1 jam lalu

Asap terlihat selama konfrontasi antara pemukim Israel dan warga Palestina setelah insiden di mana seorang pria bersenjata Palestina membunuh dua pemukim Israel, dekat Hawara di Tepi Barat yang diduduki Israel, 27 Februari 2023. (Reuters)
Australia Jatuhkan Sanksi terhadap Pemukim Israel, Bidik Ekstremis Sayap Kanan

Langkah-langkah Australia menargetkan tujuh pemukim individu dan kelompok pemukim ekstremis Israel Hilltop Youth.


Militer Israel Klaim Rebut Jasad 5 Sandera dari Gaza

3 jam lalu

Warga Palestina melarikan diri dari bagian timur Khan Younis setelah mereka diperintahkan oleh tentara Israel untuk mengevakuasi lingkungan mereka, di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza, 22 Juli 2024. Militer Israel  memerintahkan warga Gaza untuk meninggalkan bagian timur kota Khan Younis, dengan alasan pihaknya bersiap
Militer Israel Klaim Rebut Jasad 5 Sandera dari Gaza

Setidaknya 115 sandera masih ditahan di Gaza, menurut media Israel


Hotel di AS Disterilkan setelah Pendemo Lempar Belatung ke Netanyahu

6 jam lalu

Hotel di AS Disterilkan setelah Pendemo Lempar Belatung ke Netanyahu

Staf di Hotel Watergate di Washington, AS telah "mensterilkan" tempat itu setelah para pendemo melepaskan belatung ke PM Netanyahu


Eks Ketua DPR AS Kritik Pidato Netanyahu, Sebut yang Terburuk

7 jam lalu

Presiden AS Joe Biden menandatangani
Eks Ketua DPR AS Kritik Pidato Netanyahu, Sebut yang Terburuk

Mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi tidak menghadiri pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Kongres AS.


Kamala Harris Tak Hadiri Pidato Netanyahu di Kongres AS, Pilih ke Acara Lain

9 jam lalu

Massa pro-Palestina melakukan protes saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lakukan pidato pada pertemuan gabungan Kongres di Capitol Hill, di Washington, AS, 24 Juli 2024. REUTERS/Nathan Howard
Kamala Harris Tak Hadiri Pidato Netanyahu di Kongres AS, Pilih ke Acara Lain

Pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di Kongres AS diwarnai unjuk rasa. Kamala Harris dan sejumlah anggota Partai Demokrat juga tak hadir.


Hamas Kecam Pidato Netanyahu di Kongres AS: Penuh Kebohongan

10 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-pemerintah di Bandara Internasional Ben Gurion membawa poster PM Israel Benjamin Netanyahu saat pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang kepergiannya ke AS, di tengah agresi Israel di wilayah Palestina, di Lod, Israel, Minggu, 21 Juli 2024. Pengunjuk rasa meminta pemerintah untuk membebaskan warga Israel yang masih disandera Hamas. REUTERS/Ricardo Moraes
Hamas Kecam Pidato Netanyahu di Kongres AS: Penuh Kebohongan

Hamas mengatakan pidato Netanyahu di Kongres AS penuh kebohongan. Israel tak ingin mengakhiri perang dengan Hamas.


Hamas dan Fatah Bersekutu, Apa Perbedaan Dua Faksi Politik Palestina Ini?

11 jam lalu

Kepala delegasi Hamas Saleh Arouri berjabat tangan dengan pemimpin Fatah Azzam Ahmad saat mereka menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi di Kairo, Mesir, 12 Oktober 2017. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Hamas dan Fatah Bersekutu, Apa Perbedaan Dua Faksi Politik Palestina Ini?

Dua faksi politik utama Palestina, Hamas dan Fatah sepakat menandatangani perjanjian rekonsiliasi mengakhiri persaingan politik selama ini.


6 Poin Pidato Netanyahu di Kongres AS: Sebut Iran hingga Dukungan Senjata

12 jam lalu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri rapat kabinet di Bible Lands Museum di Yerusalem pada 5 Juni 2024. REUTERS
6 Poin Pidato Netanyahu di Kongres AS: Sebut Iran hingga Dukungan Senjata

Netanyahu berpidato di depan Kongres AS kemarin. Kehadirannya di AS diwarnai unjuk rasa aktivis anti-Israel.


Hamas-Fatah Capai Kesepakatan, Menlu Retno: Langkah Maju bagi Palestina

14 jam lalu

Mahmoud al-Aloul, Wakil Ketua Komite Sentral organisasi Palestina dan partai politik Fatah, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan Mussa Abu Marzuk, anggota senior gerakan Islam Palestina Hamas, menghadiri acara di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada  23 Juli 2024. PEDRO PARDO/Pool via REUTERS
Hamas-Fatah Capai Kesepakatan, Menlu Retno: Langkah Maju bagi Palestina

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan persatuan Hamas-Fatah merupakan kunci untuk mewujudkan perdamaian dan masa depan Palestina.


Menlu Cina: Rakyat Palestina yang Mengatur Palestina

18 jam lalu

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 18 April 2024. Wang Yi melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo usai Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto, melawat ke China pada awal April lalu dan bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping. Keduanya berbagi pandangan mengenai kedamaian regional dan berkomitmen untuk mempererat hubungan. TEMPO/Subekti.
Menlu Cina: Rakyat Palestina yang Mengatur Palestina

Cina berhasil menyatukan faksi-faksi Palestina untuk bekerja membentuk pemerintahan Bersama.