Filipina Bersedia Kirim Perawat Jika Jerman dan Inggris Sumbang Vaksin Covid-19

Pekerja Filipina, termasuk perawat yang mendaftar untuk bekerja di Inggris, menghadiri kuliah di pusat peninjauan Sistem Pengujian Bahasa Inggris Internasional atau IELTS di Manila, Filipina, 2 April 2019. [REUTERS / Eloisa Lopez]

TEMPO.CO, Jakarta - Filipina akan membiarkan ribuan petugas kesehatannya, yang kebanyakan perawat, untuk mengambil pekerjaan di Inggris dan Jerman jika kedua negara setuju untuk menyumbangkan vaksin Covid-19 ke Filipina, kata seorang pejabat senior pada Selasa.

Filipina, yang memiliki jumlah kasus virus corona tertinggi di Asia, telah melonggarkan larangan mengerahkan petugas kesehatannya ke luar negeri, tetapi masih membatasi jumlah profesional medis yang meninggalkan negara itu menjadi 5.000 per tahun.

Alice Visperas, direktur biro urusan internasional kementerian tenaga kerja, mengatakan Filipina terbuka untuk mencabut batasan tersebut dengan imbalan vaksin corona dari Inggris dan Jerman, yang akan digunakan untuk menyuntik pekerja keluar dan ratusan ribu warga Filipina yang pulang.

Perawat termasuk di antara jutaan orang Filipina yang bekerja di luar negeri, memberikan lebih dari US$ 30 miliar (Rp 422,9 triliun) per tahun untuk devisa negara.

"Kami sedang mempertimbangkan permintaan untuk mencabut batas penyebaran, sesuai kesepakatan," kata Visperas, dikutip dari Reuters, 23 Februari 2021.

Pada 2019, hampir 17.000 perawat Filipina menandatangani kontrak kerja di luar negeri, menurut data pemerintah.

Ketika perawat Filipina berjuang untuk mencabut larangan penempatan untuk menghindari kondisi kerja yang buruk dan gaji rendah di dalam negeri, rencana pertukaran pekerja untuk vaksin corona dikritik beberapa pekerja medis.

"Kami muak dengan bagaimana perawat dan petugas kesehatan diperlakukan oleh pemerintah sebagai komoditas atau produk ekspor," kata Jocelyn Andamo, sekretaris jenderal Filipino Nurses United.

Baca juga: Daripada Kena COVID-19, Duterte Minta Anak-anak Filipina Nonton TV di Rumah Saja

Inggris sedang bergulat dengan angka kematian akibat virus corona tertinggi keenam di dunia dan salah satu serangan ekonomi terburuk dari pandemi, sementara Jerman memiliki infeksi terbanyak ke-10 di dunia.

Inggris dan Jerman belum berkomentar terkait permintaan Filipina.

Ketika kedua negara Eropa itu telah menginokulasi 23 juta orang gabungan, Filipina belum memulai vaksinasi untuk mengimunisasi 70 juta orang dewasa, atau dua pertiga dari 108 juta penduduknya. Filipina masih menunggu pengiriman vaksin Covid-19 gelombang pertama minggu ini yang disumbangkan oleh Cina. 

Filipina ingin mendapatkan 148 juta dosis vaksin Covid-19 secara keseluruhan untuk program vaksinasinya.

REUTERS






Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

2 jam lalu

Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

Kebijakan Liz Truss memotong pajak dinilai memicu krisis Inggris


Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

22 jam lalu

Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

Kubicki mengakui dia menyebut Presiden Erdogan dengan sebutan tikus got saat berpidato di sebuah kampanye


Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

23 jam lalu

Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

Krisis ekonomi Inggris menyebabkan anak-anak kekurangan makan. Ada yang memakan karet karena lapar.


Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

1 hari lalu

Politikus Jerman Sebut Erdogan Tikus Got, Turki Panggil Dubes Jerman

Wakil Ketua Parlemen Federal Jerman Wolfgang Kubicki dalam kampanye menyamakan Presiden Tayyip Erdogan dengan "tikus got kecil".


Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

1 hari lalu

Filipina Tutup 175 Perusahaan Judi dan Usir 40 Ribu Pekerja China

Filipina menghentikan operasi 175 perusahaan perjudian lepas pantai dan mendeportasi sekitar 40.000 pekerja China.


TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

2 hari lalu

TKI Pemetik Buah di Inggris Masih Merana Tanpa Pekerjaan

Nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI), yang dijanjikan untuk ditempatkan di perkebunan Inggris masih tidak jelas.


Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.


Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

3 hari lalu

Inggris Akan Menaikkan Anggaran Pertahanan

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengungkap pihaknya akan meningkatkan anggaran pertahanan dalam beberapa tahun ke depan.


Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

3 hari lalu

Topan Noru Sebabkan Banjir di Manila dan 5 Petugas Penyelamat Tewas

Pemerintah Filipina mendistribusikan bantuan kepada ribuan pengungsi setelah topan Noru mendarat di ibu kota dan provinsi utara, menewaskan 5 orang


Rusia Hentikan Pasokan Gas, Jerman Dapat Ganti dari Uni Emirat Arab

3 hari lalu

Rusia Hentikan Pasokan Gas, Jerman Dapat Ganti dari Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab sepakat memasok gas alam cair dan diesel ke Jerman, setelah Rusia menghentikan pasokannya akibat konflik Ukraina