Daripada Kena COVID-19, Duterte Minta Anak-anak Filipina Nonton TV di Rumah Saja

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba bersama putri sekaligus ibu negara Sara Duterte-Carpio untuk menghadiri upacara penobatan Kaisar Jepang Naruhito di Tokyo, Jepang 22 Oktober 2019. [Carl Court / Pool via REUTERS]

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte tiba bersama putri sekaligus ibu negara Sara Duterte-Carpio untuk menghadiri upacara penobatan Kaisar Jepang Naruhito di Tokyo, Jepang 22 Oktober 2019. [Carl Court / Pool via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaktifkan kembali larangan anak-anak berusia 10-14 tahun meninggalkan rumah. Hal tersebut merespon situasi pandemi COVID-19 yang memburuk di Filipina. Apalagi, varian baru COVID-19 dari Inggris sudah terdeteksi juga di sana.

    "Saya rasa mereka akan baik-baik saja dengan TV di rumah. Mereka bisa seharian menonton televisi saja," ujar Duterte, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 26 Januari 2021.

    Duterte menjelaskan bahwa dia bukannya mau membuat repot orang tua di seluruh Filipina dengan merumahkan anak-anak mereka. Namun, kata ia, masuknya varian baru COVID-19 dari Inggris itu membuatnya khawatir. Ia takut virus itu lebih berbahaya dan menyerang anak-anak.

    Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson memang menyatakan bahwa varian baru COVID-19 dari negaranya lebih berbahaya dibanding perkiraan. Tak hanya menyebar dengan lebih cepat, varian baru tersebut juga memiliki resiko kematian yang relatif lebih tinggi berdasarkan data yang ia dapat.

    Vaksin Moderna COVID-19. REUTERS/Dado Ruvic

    Untungnya, vaksin-vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini dipastikan mampu menangani varian baru itu. Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna sudah mengkonfirmasinya. Bahkan, sebagai bentuk kewaspadaan, Moderna menyiapkan vaksin baru dengan dosis lebih kuat.

    "Saya khawatir saja karena varian baru COVID-19 ini menyerang anak-anak ujar" klaim Duterte tanpa menyebutkan berapa lama kebijakan itu akan berlaku. Per berita ini ditulis, Filipina mencatat total 516 ribu kasus dan 10.386 kematian akibat COVID-19.

    Uniknya, beberapa jam sebelum Duterte menerapkan kebijakan merumahkan anak-anak, Menteri Perdagangan Filipina menyatakan hal berbeda. Ia berkata bahwa anak-anak akan menjadi faktor penting untuk menggenjot kembali bisnis-bisnis tempat perbelanjaan seperti Mall.

    Hal senada disampaikan oleh pelaksana tugas Menteri Perencanaan Sosioekonomi Karl Kendrick Chua. Ia berkata, 50 per sen perekonomian Filipina digerakkan oleh aktivitas keluarga. Tanpa keluarga, akibat kebijakan Rodrigo Duterte, ekonomi Filipina akan lamban pulih.

    Baca juga: Filipina Optimis Hubungan Filipina dan AS Membaik di Bawah Joe Biden

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA

    channelnewsasia.com/news/asia/covid-19-philippines-duterte-tells-children-stay-home-watch-tv-14044936


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.