Jumlah Korban COVID-19 Amerika Capai 500 Ribu, Joe Biden Berduka

Seorang sukarelawan meletakkan bendera Amerika Serikat mewakili beberapa dari 200 ribu nyawa yang telah hilang di negara itu dalam pandemi penyakit virus corona 2019 (Covid-19) di National Mall, Washington, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts/aww/cfo (REUTERS/JOSHUA ROBERTS)

TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah korban meninggal akibat COVID-19 di Amerika terus bertambah. Per Senin kemarin, 22 Februari 2021, angka korban di sana resmi menyentuh angka 512 ribu orang. Presiden Amerika Joe Biden berduka atas apa yang terjadi.

"Hari ini, kita mencapai satu titik yang sunggut menyakitkan. Sebanyak 500 ribu orang meninggal karena COVID-19. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan prajurit Amerika yang meninggal di medan Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam," ujar Joe Biden pada Senin kemarin, dikutip dari kantor berita Al Jazeera.

Joe Biden meminta warga Amerika untuk terus mengenang mereka yang gugur dalam berjuang melawan COVID-19. Bagi Joe Biden sendiri, kematian 500 ribu orang tersebut menjadi pengingat baginya bahwa penanganan pandemi COVID-19 di Amerika masih jauh dari kata selesai.

Sebagai penghormatan terhadap mereka yang wafat, Joe Biden memerintahkan semua bangunan Pemerintah Amerrika untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Hal itu akan berlangsung hingga matahari terbenam pada 26 Februari 2021 nanti.

Seorang tentara Angkatan Udara AS mendapat vaksin COVID-19 di Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, Korea Selatan, 29 Desember 2020. Pasukan AS-Korea (USFK), yang mencakup sekitar 28.500 personel militer Amerika serta ribuan personel lain dan anggota keluarganya, memberikan dosis pertama kepada petugas kesehatan garis depan dan penanggap pertama di pasukan, kata seorang pejabat USFK. Staff Sgt. Betty R. Chevalier/U.S. Air Force/DVIDS/Handout via REUTERS

Beberapa pekan terakhir, angka penularan COVID-19 di Amerika sesungguhnya mulai menurun. Hal itu menyusul digencarkannya kampanye vaksinasi COVID-19 di sana. Walau begitu, situasi di Amerika masih jauh dari ideal.

Penasehat medis dan pakar epidemi, Anthony Fauci, mengatakan bahwa angka kasus harian harus turun signifikan dulu untuk bisa mengatakan Amerika mulai aman. Sekarang, angka kasus harian masih berada di kisaran 50 ribu kasus per hari.

Apabila mengacu pada data dari WHO, jumlah kasus harian di Amerika memang terus menurun dan relatif konsisten. Penurunan mulai terasa sejak bulan Januari di mana vaksinasi COVID-19 di Amerika mulai berjalan.

Di awal Januari, Amerika menghadapi setidaknya 200-300 ribu kasus per hari. Namun, setelah pertengahan Januari, angkanya terus menurun hingga terakhir menyentuh angka 59 ribu kasus per hari. Hal itu menandakan vaksinasi memang terbukti efektif mencegah gejala COVID-19.

"Angkanya menurun begitu tajam dan sangat sangat cepat. Namun, kita masih berada di level yang relatif tinggi," ujar Fauci menegaskan.

Per berita ini ditulis, Amerika telah mendistribusikan kurang lebih 75,2 juta dosis vaksin COVID-19 ke seluruh penjuru negeri Paman Sam. Dari angka tersebut, sebanyak 43,6 juta orang telah menerima suntikan dosis pertama dan 18,8 juta orang yang sudah menerima dosis kedua.

Baca juga: Joe Biden Ajak Facebook dan Google Tangkal Komunitas Anti-Vaksin

ISTMAN MP | AL JAZEERA






Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

10 jam lalu

Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

Joe Biden menyebut pencaplokan sebagian Ukraina oleh Vladimir Putin merupakan tanda bahwa Presiden Rusia itu sedang dalam posisi sulit.


Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

15 jam lalu

Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

Bursa saham Amerika Serikat atau Bursa AS jeblok pada akhir perdagangan Jumat, 30 September 2022.


Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

1 hari lalu

Update Covid Hari Ini: Bertambah 1.857 Kasus, Meninggal 19 Orang

Update Covid hari ini Jumat 30 September 2022 bertambah 1.857 kasus sehingga total mencapai 6.431.624 orang.


Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

1 hari lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

1 hari lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

2 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

2 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

2 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

3 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

3 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.