Inggris Melonggarkan Lockdown COVID-19, Ini Empat Tahapannya

Kepala juru runding perdagangan Inggris, David Frost, dan Duta Besar Inggris untuk Uni Eropa, Tim Barrow, melihat Perdana Menteri Boris Johnson menandatangani kesepakatan perdagangan Brexit dengan Uni Eropa di kediaman perdana menteri Downing Street No 10 di London, Inggris, 30 Desember 2020.[Leon Neal/Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - PM Boris Johnson akhirnya memaparkan empat tahap pelonggaran lockdown COVID-19 di Inggris pada Senin kemarin, 22 Februari 2021. Ia menyebutnya sebagai "Satu Jalan Menuju Kebebasan" mengingat Inggris sudah tiga kali menerapkan lockdown untuk menekan pandemi COVID-19.

Hal yang paling mendasar dari rencana pelonggaran kali ini, kata Johnson, adalah data. Durasi pelonggaran tak lagi bersifat tetap, melainkan dinamis sesuai perkembangan situasi pandemi di Inggris. Harapannya, dengan mengacu pada data, Inggris bisa menghindari lockdown keempat yang bisa membuat ekonomi Inggris kian terpuruk.

"Tidak ada jalan yang benar-benar kredibel menuju Inggris yang bebas COVID-19. Namun, di satu sisi, kita juga tidak bisa terus bertahan dengan segala pembatasan yang mengganggu kesehatan ekonomi, fisik, dan mental kita. Pelonggaran ini akan hati-hati, namun juga bisa disesuaikan kembali," ujar Boris Johnson menegaskan, dikutip dari CNN, Selasa, 23 Februari 2021.

Boris Johnson berkata, jika semua warga patuh terhadap protokol yang berlaku selama pelonggaran, durasi tiap tahapan tidak akan lebih dari 5 pekan. Satu bulan saja, kata ia, cukup bagi pemerintah Inggris untuk mengumpulkan data-data pandemi COVID-19 yang akan menjadi acuan untuk menetapkan tahap berikutnya.

Berikut adalah empat tahapan pelonggaran lockdown COVID-19 di Inggris:

Para siswa tiba di Sekolah Dasar Holne Chase pada hari pertama sekolah mereka, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Milton Keynes, Inggris, 3 September 2020. [REUTERS / Andrew Boyers]

1. Pelonggaran Tahap Pertama
Inggris secara resmi memulai pelonggaran tahap pertama pada 8 Maret 2021 nanti. Dalam tahap tersebut, Inggris akan membuka kembali akses publik ke sekolah serta taman. Selain itu, juga semuanya lancar, maka warga akan kembali diperbolehkan berkumpul bersama di luar ruangan (outdoor) dengan jumlah maksimal enam orang.

Pada tahap ini juga, Inggris akan memperkenalkan tes COVID-19 untuk anak-anak dan remaja. Adapun tes akan digelar dua kali dalam sepekan dengan menyasar anak-anak Sekolah Menengah dan calon mahasiswa.

2. Pelonggaran Tahap Dua
Jika tahap satu berjalan lancar, maka Inggris akan memulai pelonggaran lockdown COVID-19 tahap kedua pada April 2021. Pada tahapan ini, Inggris akan membuka akses publik ke retail non esensial seperti salon, gym, museum, kebun binatang, dan taman bermain.

Protokol jaga jarak tetap berlaku. Dengan kata lain, perkumpulan warga dengan jumlah maksimal enam orang, baik dari rumah tangga yang sama atau tidak, hanya berlaku outdoor. Untuk indoor, tetap warga dari satu rumah tangga yang sama yang diperbolehkan berkumpul. 

3. Pelonggaran Tahap Tiga
Jika tahap dua berjalan lancar, maka Inggris akan memulai pelonggaran lockdown COVID-19 tahap ketiga pada Mei 2021. Pada tahapan ini, Inggris akan menghapus sebagian besar protokol jaga jarak sosialnya. Sebagai contoh, 30 warga sudah boleh berkumpul di luar ruangan. Pub dan restoran juga sudah boleh melayani pelanggan di dalam ruangan.

Inggris bahkan memperbolehkan venue menggelar event besar lagi di tahapan ini. Untuk event hiburan indoor, Inggris memperbolehkan maksimal 1000 peserta dalam satu venue. Sementara itu, untuk event olahraga outdoor seperti Premier League, Inggris memperbolehkan satu stadion menampung hingga maksimum 10 ribu penonton tergantung pada ukuran venue.

4. Pelonggaran Tahap Keempat
Pada tahapan terakhir ini, Inggris akan menghapus nyaris seluruh aturan pembatasan sosialnya. Salah satunya, Inggris memperbolehkan warga kembali menghadiri pernikahan atau berkunjung ke klub hiburan malam untuk berpesta bersama. Jika semua berjalan sesuai rencana, tahap keempat akan dimulai Inggris pada Juni 2021.

Baca juga: PM Inggris Boris Johnson Umumkan Pelonggaran Lockdown Inggris

ISTMAN MP | CNN






Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

2 jam lalu

Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

Untuk ketiga kalinya, Presiden Jokowi bercerita soal kebijakan yang dia ambil di awal pandemi Covid-19 dengan tidak menerapkan lockdown.


PM Sunak Pecat Menteri Zahawi, Buntut Kasus Pelanggaran Pajak

3 jam lalu

PM Sunak Pecat Menteri Zahawi, Buntut Kasus Pelanggaran Pajak

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak memecat ketua Partai Konservatif Nadhim Zahawi dari pemerintahan karena masalah pembayaran pajak


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

7 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

7 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

1 hari lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

2 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

2 hari lalu

Kraken Masuk Indonesia, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan dan Vaksinasi Booster

Pakar mengatakan apapun varian COVID-19, termasuk XBB.1.5 atau Kraken, protokol kesehatan belum berubah dan vaksin masih bermanfaat.