Komunitas LGBT Myanmar Ikut Unjuk Rasa Menolak Kudeta

Seorang anggota komunitas LGBTQ menunjukkan salam tiga jari dalam protes menentang kudeta militer di Myanmar, 19 Februari 2021. Foto: REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, - Ratusan aktivis lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) ikut berunjuk rasa menentang kudeta Myanmar. Mereka mondar di persimpangan jalan dengan pakaian tradisional Myanmar dan mengenakan payung warna-warni.

"Kami datang bersama dengan semua orang di negara kami karena kami melawan situasi ini," kata Shin Thant, membawa payung berwarna lavender untuk melindungi dirinya dari sinar matahari, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 20 Februari 2021.

Aktivis transgender terkenal itu diapit oleh orang lain di komunitasnya, beberapa mengenakan atasan tradisional Myanmar dan rok panjang kering yang disebut longyi. Yang lainnya memilih tampilan yang lebih modern, dengan gaun pengantin berlapis-lapis atau pakaian klub yang berkilauan.

Ratusan pendukung berbaris membawa plakat berwarna pelangi dengan cetakan salut tiga jari, simbol perlawanan yang dipinjam dari trilogi film Hunger Games. "Kami, komunitas LGBTQ, tidak akan melahirkan dan generasi kami berakhir bersama kami," kata Shin Thant.

"Tetapi saya ingin memberi tahu mereka yang akan memiliki anak bahwa Anda harus berpartisipasi dalam revolusi ini," ucap dia.

Shin Thant adalah mantan ratu kecantikan dan memenangkan Miss Trans Grand International Myanmar pada 2018. Ia dilaporkan pernah menghadapi pelecehan dari pihak berwenang di masa lalu.

Komunitas LGBTQ masih menghadapi diskriminasi yang meluas di Myanmar. Hubungan sesama jenis kerap dikriminalisasi berdasarkan hukum pidana dan transgender sering dilecehkan oleh pihak berwenang.

Kehadiran kaum LGBTQ ini menambah lapisan masyarakat Myanmar yang menolak kudeta militer. Kalangan masyarakat lain seperti pekerja kereta api, guru, perawat, hingga biksu lebih dulu menyuarakan pembebasan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, yang digulingkan dalam kudeta militer pada 1 Februari.

BACA JUGA: Penentang Kudeta Myanmar Senang Inggris dan Kanada Beri Sanksi ke Militer

Sumber: CHANNEL NEWS ASIA






Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

6 jam lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

9 jam lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

2 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

6 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

6 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

6 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

6 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

12 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


3 Anggota TNI Dipecat karena LGBT, Apa Syarat Pemecatan Prajurit TNI?

13 hari lalu

3 Anggota TNI Dipecat karena LGBT, Apa Syarat Pemecatan Prajurit TNI?

Pengadilan Militer II-08 Jakarta memberhentikan tidak dengan hormat 3 anggota TNI yang terbukti terlibat kasus LGBT. Apa syarat pemecatan prajurit TNI