Penentang Kudeta Myanmar Senang Inggris dan Kanada Beri Sanksi ke Militer

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sosok Min Aung Hlaing kembali disorot bersamaan dengan dugaan penindasan yang dilakukan militer terhadap Muslim Rohingya pada 2017. Penyelidik PBB mengatakan operasi militer Myanmar termasuk pembunuhan massal, pemerkosaan geng dan pembakaran yang meluas dan dilakukan dengan niat genosida. REUTERS/Ann Wang

    Sosok Min Aung Hlaing kembali disorot bersamaan dengan dugaan penindasan yang dilakukan militer terhadap Muslim Rohingya pada 2017. Penyelidik PBB mengatakan operasi militer Myanmar termasuk pembunuhan massal, pemerkosaan geng dan pembakaran yang meluas dan dilakukan dengan niat genosida. REUTERS/Ann Wang

    TEMPO.CO, - Para penentang kudeta militer Myanmar menyambut baik sanksi yang diberikan Inggris dan Kanada kepada militer. Mereka meminta negara lain melakukan hal sama.

    "Kami mendesak negara-negara lain untuk memiliki tanggapan yang terkoordinasi dan bersatu. Kami akan menunggu pengumuman sanksi Uni Eropa pada tanggal 22," kata pemimpin dan aktivis pemuda, Thinzar Shunlei Yi, melalui Twitter seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 19 Februari 2021.

    Selain itu, Jepang mengatakan telah setuju dengan India, Amerika Serikat dan Australia tentang perlunya demokrasi dipulihkan dengan cepat setelah pengambilalihan tentara 1 Februari di mana pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi ditahan. Hal ini memberikan tekanan tambahan tekanan diplomatik bagi militer.

    Junta Myanmar belum bereaksi terhadap sanksi baru tersebut. Pada hari Selasa, seorang juru bicara militer mengatakan pada konferensi pers bahwa sanksi telah diperkirakan.

    Pemimpin Junta Min Aung Hlaing sudah mendapat sanksi dari negara-negara Barat menyusul tindakan keras 2017 terhadap minoritas Muslim Rohingya.

    "Memberi sanksi kepada para pemimpin militer sebagian besar bersifat simbolis, tetapi tindakan untuk memberikan sanksi kepada perusahaan militer akan jauh lebih efektif," kata Mark Farmaner, direktur kelompok Kampanye Burma Inggris dalam reaksi terhadap sanksi tersebut.

    Tentara merebut kembali kekuasaan Myanmar setelah menuduh kecurangan dalam pemilu 8 November yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi. Kudeta ini menghentikan transisi ke demokrasi yang telah dimulai pada 2011.

    Baca juga: Bersama Inggris, Kanada Ikut Jatuhkan Sanksi ke Militer Myanmar

    Sumber: REUTERS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.