Pengunjuk Rasa Myanmar yang Ditembak di Kepala Meninggal Dunia

Biksu berdiri dekat kendaraan militer lapis baja sambil memegang poster saat protes terhadap kudeta militer, di Yangon, Myanmar, 15 Februari 2021. Kendaraan lapis baja muncul di Yangon, Myitkyin, dan Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, - Mya Thwate Thwate Khaing, demonstran penentang kudeta Myanmar yang ditembak di kepala pekan lalu, meninggal dunia hari ini. Ia ditembak saat polisi berusaha membubarkan demonstran.

Wanita berusia 20 tahun itu telah mendapat perawatan intensif dan harus dibantu dengan alat penopang hidup sejak dibawa ke rumah sakit pada 9 Februari. Ia dilaporkan terkena peluru tajam saat unjuk rasa terjadi di ibu kota, Naypyitaw.

“Saya merasa sangat sedih dan tidak punya apa-apa untuk dikatakan,” kata kakaknya, Ye Htut Aung, berbicara melalui telepon dikutip dari Reuters, Jumat, 19 Februari 2021.

Dia adalah satu-satunya pengunjuk rasa yang terbunuh sejak tentara Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Unjuk rasa di Myanmar terus terjadi di penjuru negeri sejak 6 Februari kemarin. Militer menanggapinya dengan menangkap ratusan aktivis.

Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, junta militer Myanmar telah menangkap kurang lebih 500 orang sepanjang kudeta berlangsung. Dari angka tersebut, kurang lebih 495 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka menurut laporan Asosiasi Bantuan Hukum untuk Tahanan Politik (AAPP).

Ada figur-figur politik di antara mereka yang telah ditahan. Salah satunya adalah Penasehat Negara Aung San Suu Kyi. Junta militer Myanmar menangkapnya pada 1 Februari 2021 lalu ketika kudeta dimulai untuk pertama kalinya. Belakangan, diungkapkan bahwa Suu Kyi telah ditetapkan sebagai tersangka untuk dua perkara yaitu impor ilegal walkie talkie dan pelanggaran regulasi bencana alam.

Selain Suu Kyi, junta militer Myanmar juga menangkap Presiden Win Myint dan beberapa pejabat panitia penyelenggara pemilu tahun lalu. Seperti diberitakan sebelumnya, kudeta Myanmar dipicu keyakinan junta militer bahwa partai yang mengusung Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi, telah bermain curang di pemilu tahun lalu.

Baca juga: Bersama Inggris, Kanada Ikut Jatuhkan Sanksi ke Militer Myanmar

Sumber: REUTERS






Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

1 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

5 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

5 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

5 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

8 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

9 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

11 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

15 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya


Pemimpin Junta Myanmar Temui Putin, Pertama Setelah Kudeta

21 hari lalu

Pemimpin Junta Myanmar Temui Putin, Pertama Setelah Kudeta

Panglima militer Myanmar dan pemimpin kudeta Min Aung Hlaing Rabu 7 September 2022 akhirnya bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin