Dokter di India Buka Klinik untuk Orang Miskin

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shankar Ramchandani, dokter. Sumber: Facebook/Shankar Ramchandani

    Shankar Ramchandani, dokter. Sumber: Facebook/Shankar Ramchandani

    TEMPO.CO, Jakarta - Shankar Ramchandani, 38 tahun, seorang dokter di Odisha, distrik Sambalpur, India, membuka klinik Satu Rupee. Klinik itu ditujukan untuk melayani orang miskin dan kurang mampu.

    Ramchandani juga diketahui bekerja sebagai asisten profesor di Fakultas Kedokteran Institut Ilmu Kedokteran dan Penelitian Veer Surendra Sai (VIMSAR), Burla. Ramchandani persisnya membuka klinik di Kota Burla, di mana pasien-pasiennya cukup membayar satu rupee untuk biaya berobat.

    Menurut Ramchandani klinik Satu Rupee yang didirikannya adalah bagian dari cita-cita lamanya yang ingin memberikan pengobatan cuma-cuma kepada masyarakat miskin dan kurang mampun di luar jam kerjanya.

    “Saya bergabung dengan VIMSAR sebagai residen senior dan jabatan ini tidak membolehkan membuka praktek sendiri. Dengan begitu, saya tidak bisa membuka klinik ‘Satu Rupee’. Namun saya kemudian dipromosikan sebagai asisten professor baru-baru ini dan seorang asisten professor diperbolehkan membuka praktek setelah jam kerja,” kata Ramchandani. 

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Tidak Puas Layanan Klinik, Pria Lansia Tembak Mati 1 Orang dan Lukai 4 Lainnya     

    Ramchandani memulai klinik Satu Rupee di sebuah rumah kontrakan. Dia mengatakan menagih biaya berobat hanya satu rupee karena dia tidak ingin pasien-pasiennya merasa memanfaatkan layanan pengobatan gratis. Mereka pun harus berfikir kalau mereka harus membayar untuk perawatan yang mereka dapatkan.  

    Klinik Satu Rupee persisnya berada di pasar Kachha, Kota Burla, yang buka mulai jam 7 pagi sampai jam 8 pagi, lalu jam 6 sore sampai jam 7 malam. Klinik Satu Rupee memberikan pelayanan pengobatan kepada kelompok masyarakat miskin, kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas dan orang-orang yang tidak punya akses ke kesehatan yang sepatutnya.   

      

    Sumber: ndtv.com   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...