Paus Fransiskus Doakan Rakyat Myanmar Hidup Harmonis dan Demokratis

Paus Fransiskus memimpin Misa pada Malam Natal di Basilika Santo Petrus di tengah pandemi COVID-19 di Vatikan, 24 Desember 2020. Vincenzo Pinto/Pool via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus menyampaikan solidaritasnya kepada rakyat Myanmar ketika puluhan ribu rakyat Myanmar memprotes kudeta yang dilakukan junta militer.

Pada Ahad puluhan ribu orang menggelar unjuk rasa untuk hari kedua di kota terbesar Myanmar untuk mengecam kudeta militer, protes terbesar sejak Revolusi Saffron 2007 yang membantu mengantarkan reformasi demokrasi di Myanmar.

Ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa memprotes kudeta militer di Yangon, Myanmar, 7 Februari 2021. REUTERS/Stringer

Paus Fransiskus, yang berbicara saat doa Angelus di Alun-alun Saint Peter, mengatakan dia terus mengikuti perkembangan situasi di Myanmar.

"Sebuah bangsa yang saya bawa dalam hati saya dengan penuh kasih sayang, sejak kunjungan apostolik saya di sana pada tahun 2017." kata Paus, dikutip dari Vatican News, 7 Februari 2021.

Baca juga: Puluhan Ribu Orang Ambil Bagian dalam Protes Kudeta Myanmar

"Pada saat yang sulit ini," Paus mengatakan, "Saya ingin memastikan kedekatan spiritual, doa, dan solidaritas saya kepada orang-orang Myanmar."

"Saya berdoa agar mereka yang memiliki tanggung jawab politik menunjukkan kesediaan yang tulus untuk melayani kebaikan bersama, mempromosikan keadilan sosial dan stabilitas nasional dalam pandangan hidup bersama yang harmonis dan demokratis, dan dia meminta umat beriman untuk bergabung dengannya dalam doa untuk Myanmar," kata Paus Fransiskus.

VATICAN NEWS

Sumber:

https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2021-02/pope-angelus-appeal-myanmar.html






Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

1 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

5 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

5 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

5 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

5 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Gereja Katolik Belgia Izinkan Pernikahan Sejenis, Bertentangan dengan Vatikan

7 hari lalu

Gereja Katolik Belgia Izinkan Pernikahan Sejenis, Bertentangan dengan Vatikan

Gereja Katolik Roma di Belgia mengeluarkan dokumen yang secara efektif mengizinkan pemberkatan pernikahan sesama jenis, bertentangan dengan Vatikan.


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

8 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

9 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

11 hari lalu

Pemakaman Ratu Elizabeth II: Berikut Daftar Undangan, Siapa yang Tidak Diundang?

Pemakaman Ratu Elizabeth II pada 19 September nanti akan dihadiri 2.200 orang. Berikut daftar undangan, tapi siapa yang tak diundang?


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

15 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya