Ingin Evaluasi, Joe Biden Hentikan Sementara Penjualan Senjata

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • F-35 adalah pesawat tempur generasi ke-5 yang canggih.Pesawat siluman ini membawa rudal dan bom di dalam perutnya, sehingga semakin memperkecil cross section radar (CSR). CSR kecil membuat radar lawan sulit mendeteksi F-35. Amerika serikat mengembangkan bom berdiameter kecil untuk pesawat tempur siluman F-22 dan F-35. US Marine/Lance Cpl. Remington Hall

    F-35 adalah pesawat tempur generasi ke-5 yang canggih.Pesawat siluman ini membawa rudal dan bom di dalam perutnya, sehingga semakin memperkecil cross section radar (CSR). CSR kecil membuat radar lawan sulit mendeteksi F-35. Amerika serikat mengembangkan bom berdiameter kecil untuk pesawat tempur siluman F-22 dan F-35. US Marine/Lance Cpl. Remington Hall

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk sementara menghentikan beberapa jenis penjualan senjata ke sekutu-sekutu negara itu. Sumber di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Rabu, 27 Januari 2021, menyebut langkah tersebut diambil karena Washington ingin melakukan evaluasi.

    Evaluasi semacam ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh pemerintahan yang baru. Dalam pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, Presiden dari Partai Republik itu membuat kesepakatan langsung, diantaranya pembuatan 50 unit jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin. Kesepakatan itu dikunci beberapa saat sebelum Biden dilantik sumpah jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Baca juga: Penjualan Senjata Api Melonjak Menjelang Pilpres AS 

    Ilustrasi senjata api. w-dog.net

    Kementerian Luar Negeri untuk sementara menghentikan beberapa transfer di Kementerian Pertahanan dan penjualan dalam kerangka Foreign Military Sales dan Direct Commercial Sales agar pemerintahan berikutnya memiliki kesempatan untuk melakukan evaluasi       

    Jet tempur F-35 adalah sebuah komponen besar dari penjualan senjata teknologi tinggi dari General Atomics, Lockheed dan Raytheon Technologies Corp ke Uni Emirat Arab.

    “Dengan adanya pergantian pemerintahan, semakin kecil kemungkinan kami mendapatkan izin untuk sebuah penjualan langsung senjata-senjata ofensif senilai sekitar USD 500 juta ke sebuah kustomer di Timur Tengah,” demikian keterangan Raytheon Company, sebuah kontraktor bidang pertahanan, Selasa, 26 Januari 2021.     

    Sedangkan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Amerika Serikat, Yousef al-Otaiba, mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintahan Biden dengan melakukan pendekatan yang komprehensif demi mewujudkan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah.

    “Paket F-35 lebih dari sekedar menjual perangkat militer (senjata) pada sebuah mitra. Sama seperti Amerika Serikat, ini memungkinkan pula bagi Uni Emirat Arab untuk mempertahankan diri dari agresi yang besar,” kata al-Otaiba.         

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-usa-arms-emirates/biden-administration-temporarily-holds-some-u-s-weapons-exports-official-says-idUSKBN29W2L8


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?