Efek Samping Vaksin Covid-19, Pakar Medis Cina Minta Vaksin Pfizer Ditangguhkan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja medis menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer yang akan diberikan pada perawat Sandra Lindsay dan yang akan menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens, New. York City, AS, 4 Januari 2021. REUTERS/Shannon Stapleton/Pool

    Seorang pekerja medis menunjukkan vaksin Covid-19 Pfizer yang akan diberikan pada perawat Sandra Lindsay dan yang akan menerima dosis kedua di Long Island Jewish Medical Center di daerah Queens, New. York City, AS, 4 Januari 2021. REUTERS/Shannon Stapleton/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar kesehatan Cina meminta Norwegia dan negara lain menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer setelah 23 lansia Norwegia diduga meninggal akibat efek samping vaksin Covid-19.

    Menurut ahli imunologi Cina, vaksin mRNA baru dikembangkan dengan tergesa-gesa dan tidak pernah digunakan dalam skala besar untuk pencegahan penyakit menular, dan keamanannya belum dikonfirmasi untuk penggunaan skala besar pada manusia, media Partai Komunis Cina, Global Times, melaporkan pada 15 Januari 2021.

    Pakar kesehatan Cina mengatakan insiden kematian harus dinilai dengan hati-hati untuk memahami apakah kematian itu disebabkan oleh vaksin atau kondisi lain yang sudah ada sebelumnya dari orang-orang ini.

    Yang Zhanqiu, ahli virologi dari Universitas Wuhan, mengatakan kepada Global Times pada Jumat bahwa insiden kematian tersebut, jika terbukti disebabkan oleh vaksin, menunjukkan bahwa efek vaksin Pfizer dan vaksin mRNA lainnya tidak sebaik seperti yang diharapkan.

    Vaksin mRNA mendorong sel manusia untuk membuat protein untuk memicu respons imun, kemudian respons kekebalan dapat melindungi orang agar tidak terinfeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh.

    Sementara itu, zat beracun dapat berkembang selama proses vaksinasi mRNA, dan dengan demikian, keamanan vaksin tidak dapat sepenuhnya dijamin, kata Yang.

    Presiden AS terpilih Joe Biden menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 di Rumah Sakit ChristianaCare Christiana di Newark, Delaware, 11 Januari 2021. Vaksin Pfizer-BioNTech membutuhkan suntikan kedua sekitar tiga minggu setelah suntikan pertamanya. [REUTERS/Tom Brenner]

    Hingga Kamis, Norwegia telah melaporkan 23 kematian sehubungan dengan vaksinasi.

    "Sejauh ini, 13 di antaranya telah ditinjau. Efek samping yang umum mungkin telah menyebabkan penyakit parah pada orang tua yang lemah," kata Badan Obat-obatan Norwegia di situs webnya.

    Semua kematian terjadi pada pasien lanjut usia yang lemah di panti jompo, yang berusia di atas 80 tahun dan beberapa di antaranya berusia di atas 90 tahun, media Norwegia NRK melaporkan.

    Baca juga: 23 Meninggal Usai Vaksinasi, Norwegia Ubah Kriteria Penerima Vaksin Covid-19

    Sementara dalam kasus terpisah, seorang dokter di Florida, Amerika Serikat, meninggal karena kelainan darah yang parah 16 hari setelah menerima suntikan vaksin Pfizer.

    Gregory Michael, 56 tahun, yang merupakan seorang dokter spesialis kandungan dan ginekolog, yang tinggal di kawasan Miami Beach, menerima suntik vaksin virus corona di Pusat Kesehatan Mount Sinai pada 18 Desember 2020, New York Times melaporkan.

    Michael meninggal 16 hari kemudian karena pendarahan di otak. Istri Michael, Heidi Neckelmann, mengunggah di Facebook kabar kematian suaminya ini.

    Sementara Meksiko sedang mempelajari kasus seorang dokter perempuan, 32 tahun, yang dilarikan ke ICU setelah mengalami kejang, sesak nafas, dan ruam kulit, setelah menerima suntikan vaksin Pfizer, Reuters melaporkan.

    Masih belum diketahui apakah kasus tersebut terkait dengan vaksin Pfizer.

    Pfizer mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini dan belum yakin peristiwa ini terkait dengan vaksin produksinya.

    Norwegia menggunakan dua vaksin Covid-19, dari Pfizer/BioNTech dan Moderna. Norwegia meluncurkan vaksinasi massal pada akhir Desember setelah kedua vaksin menerima persetujuan sementara di Uni Eropa.

    Badan Obat-obatan Norwegia mengubah pedoman kriteria penerima vaksin setelah kasus tersebut, dengan menyarankan dokter mempertimbangkan individu penerima vaksin.

    "Apa yang kami katakan adalah bahwa jika Anda memiliki pasien yang sangat lemah, sangat sakit, dan mereka memiliki sisa umur yang pendek, Anda harus melakukan beberapa evaluasi ekstra tentang kelayakan memvaksinasi pasien ini," kata Steinar Madsen, kepala dokter di Norwegian Medicines Agensi, mengatakan kepada Euronews.

    Dia mengatakan badan tersebut memperkirakan akan melihat beberapa kematian terkait dengan vaksinasi di dalam panti jompo, tetapi mencatat kasus kematian akibat efek samping vaksin Covid-19 atau vaksin lain jarang terjadi dan sebagian besar terjadi pada orang yang sangat lemah yang memiliki riwayat penyakit.

    GLOBAL TIMES | NRK NORWAY | NEW YORK TIMES | REUTERS | EURONEWS

    Sumber:

    https://www.globaltimes.cn/page/202101/1212915.shtml

    https://www.nytimes.com/2021/01/12/health/covid-vaccine-death.html

    https://www.reuters.com/article/health-coronavirus-mexico-vaccines-idUSKBN2970H3

    https://www.euronews.com/2021/01/15/norway-adjusts-advice-for-elderly-and-frail-people-after-covid-19-vaccine-deaths


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?