Jelang Natal, Donald Trump Ampuni 15 Tahanan

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Presiden AS Donald Trump saat melewati para pendukungnya di Trump National Golf Club di Sterling, Virginia, AS, 22 November 2020. REUTERS/Hannah McKay

    Gestur Presiden AS Donald Trump saat melewati para pendukungnya di Trump National Golf Club di Sterling, Virginia, AS, 22 November 2020. REUTERS/Hannah McKay

    TEMPO.CO, - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan grasi kepada 15 orang di akhir-akhir masa jabatannya pada Selasa, 22 Desember 2020. Pengampunan diberikan kepada warga sipil, mantan ajudan kampanyenya, hingga kontraktor keamaman yang terlibat dalam pembantaian 14 warga sipil Irak.

    Mengutip dari Reuters, Rabu, 23 Desember 2020, para terpidana ini masuk dalam gelombang pengampunan sebelum Natal yang diumumkan oleh Gedung Putih.

    Donald Trump memberi pengampunan penuh kepada George Papadopoulos, mantan asisten kampanye yang mengaku bersalah sebagai bagian dari penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

    Ia mengampuni pula Duncan Hunter, mantan anggota kongres Partai Republik dari California yang mengaku bersalah karena menyalahgunakan dana kampanye pada tahun lalu.

    Donald Trump turut mengampuni Alex van der Zwaan, 36, menantu miliuner Rusia, German Khan. Van der Zwaan dijatuhi hukuman 30 hari penjara dan denda $ 20 ribu karena berbohong kepada penyelidik Penasihat Khusus AS Robert Mueller tentang kontak dengan seorang pejabat dalam kampanye Trump tahun 2016.

    Selain itu, Donald Trump mengampuni mantan anggota dinas AS, Nicholas Slatten, Paul Slough, Evan Liberty, dan Dustin Heard yang dihukum karena membunuh warga sipil Irak saat bekerja sebagai kontraktor pada 2007.

    Melania Trump dan Donald Trump berfoto untuk Natal 2020 (Instagram/@flotus)

    Ada pula Alfonso Costa, dokter gigi asal Pittsburgh yang mengaku bersalah atas penipuan perawatan kesehatan terkait tagihan palsu.

    Terpidana lain yang diampuni Donald Trump, yakni Alfred Lee Crum, 89 tahun, yang mengaku bersalah pada tahun 1952 karena membantu seorang kerabat menyaring minuman keras secara ilegal di Oklahoma.

    Ada pula Ignacio Ramos dan Jose Compean, mantan agen Patroli Perbatasan yang dihukum karena menembak seorang tersangka perdagangan ganja yang kemudian melarikan diri melintasi perbatasan pada 2005.

    Presiden memberikan pengampunan juga untuk Weldon Angelos, yang telah dijatuhi hukuman penjara 55 tahun pada 2002 karena menjual mariyuana dan membawa pistol dalam proses perdagangannya dan dibebaskan atas perintah pengadilan setelah menjalani 13 tahun penjara.

    Selain itu, Philip Lyman, seorang komisaris daerah di Utah ketika dia diadili karena memprotes penutupan Recapture Canyon oleh Biro Manajemen Tanah untuk pengendara ATV.

    Sementara itu, Donald Trump meringankan sisa masa penjara mantan Perwakilan Republik Steve Stockman dari Texas, 64, yang dihukum pada tahun 2018 karena penyalahgunaan dana amal.

    Donald Trump juga meringankan sisa masa pembebasan Crystal Munoz yang dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan ganja.

    Perwakilan Demokrat Adam Schiff, ketua Komite Intelijen Dewan Perwakilan, mengatakan Trump menyalahgunakan kekuasaan dengan mengeluarkan pengampunan. "Untuk memberi penghargaan kepada teman-teman dan sekutu politiknya, untuk melindungi mereka yang berbohong untuk menutupi dia, untuk melindungi mereka yang bersalah karena membunuh warga sipil, dan untuk merusak investigasi yang mengungkap kesalahan besar-besaran," katanya.

    REUTERS

    https://www.reuters.com/article/idUSKBN28X06P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?