Prancis Kerahkan Ribuan Tentara Jaga Sekolah dan Gereja

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron mendengarkan penjelasan petugas saat mengunjungi lokasi penikaman di Gereja Notre Dame, Nice, Prancis, 29 Oktober 2020. Macron juga mengatakan bahwa Prancis benar-benar dalam kondisi diserang saat ini. REUTERS/Eric Gaillard/Pool

    Presiden Prancis Emmanuel Macron mendengarkan penjelasan petugas saat mengunjungi lokasi penikaman di Gereja Notre Dame, Nice, Prancis, 29 Oktober 2020. Macron juga mengatakan bahwa Prancis benar-benar dalam kondisi diserang saat ini. REUTERS/Eric Gaillard/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Prancis meningkatkan keamanan nasional pada Jumat, 30 Oktober 2020, menyusul kasus penyerangan tiga orang di sebuah gereja di Kota Nice.

    Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengerahkan ribuan tentara untuk menjaga tempat ibadah dan sekolah.

    Ini terjadi setelah Prancis mengalami dua kali serangan pisau, yang telah menewaskan empat orang dengan dua orang menjadi korban pemenggalan kepala.

    Polisi menahan seorang imigran asal Tunisia, Brahim al-Aouissaoui, 21 tahun, pasca serangan dengan menggunakan pisau itu.

    Ketiga korban dalam serangan di Nice adalah seorang lelaki berusia 45 tahun, yang menjadi ayah dari dua orang gadis dan bekerja menjaga gereja.

    Lalu ada seorang perempuan berusia 60 tahun, yang terkena pemenggalan kepala, dan seorang lainnya perempuan berusia 44 tahun, yang memiliki tiga orang anak.

    “Kata kepada anak-anak saya sayang mereka,” kata korban sebelum meninggal seperti dilansir stasiun BFM TV dan dikutip France24 pada Jumat, 30 Oktober 2020.

    Pelaku bernama Brahim al-Aouissaoui, 21 tahun, berasal dari Tunisia dan baru tiba di Eropa sebulan lalu.

    Otoritas Prancis menangani kasus serangan ini sebagai serangan teror. Presiden Emmanuel Macron menyebut itu sebagai serangan teroris Islamis.

    Sumber

    https://www.reuters.com/article/us-france-security/muslims-protest-across-asia-against-france-as-nice-mourns-church-attack-dead-idUSKBN27F1AZ?il=0

    https://www.france24.com/en/france/20201030-a-day-after-the-fatal-church-attack-in-nice-here-s-what-we-know-so-far


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.