PM Muhyiddin Yassin Selesaikan Karantina Mandiri Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah meminta warga Malaysia untuk mematuhi Perintah Kontrol Gerakan (lockdown) pemerintah mulai Rabu, 18 Maret 2020.[Bernama/Astroawani]

    Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah meminta warga Malaysia untuk mematuhi Perintah Kontrol Gerakan (lockdown) pemerintah mulai Rabu, 18 Maret 2020.[Bernama/Astroawani]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin merampungkan proses karantina Covid-19 di rumah dinas pada Jumat setelah menjalaninya selama 14 hari.

    “Dia telah menjalani tes medis dua kali dan dinyatakan negatif Covid-19,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 18 Oktober 2020.

    Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan telah melakukan tes Covid-19 pada sampel dari PM pada 14 Oktober dengan hasil negatif. Hasil ini kembali negatif pada keesokan harinya.

    “Ini artinya karantina mandiri yang dilakukan PM selesai pada 16 Oktober 2020,” begitu pernyataan dari kemenkes Malaysia.

    Pada awal Oktober, Muyiddin mengumumkan akan menjalani karantina mandiri berdasarkan saran dari kementerian Kesehatan.

    Ini terjadi setelah dia menghadiri pertemuan kabinet dengan salah satu peserta yaitu menteri agama Malaysia dinyatakan positif Covid-19.

    Meski telah dinyatakan tidak terpapar Covid-19, kantor Perdana Menteri Malaysia mengatakan Muhyiddin memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional secara virtual pada Sabtu.

    “Ini merupakan tindakan pencegahan tambahan terkait situasi pandemi Covid-19 di negara ini,” begitu pernyataan dari kantor PM.

    Saat ini, otoritas Malaysia mencatat lebih dari 19,600 kasus Covid-19 dengan jumlah korban meninggal lebih dari 180 orang.

    Sumber

    https://www.channelnewsasia.com/news/asia/covid-19-malaysia-muhyiddin-yassin-ends-home-quarantine-13298896


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Sukses yang Harus Diadopsi Pengusaha di Masa Pandemi Covid-19

    Banyak bisnis menderita di 2020 akibat pandemi Covid-19.