Turki: Gencatan Senjata Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh Tak Cukup

Warga sipil berkumpul di ruang bawah tanah yang digunakan sebagai tempat perlindungan bom di wilayah Nagorno-Karabakh di Stepanakert, 30 September 2020. Nagorno-Karabakh merupakan daerah kantong etnis Armenia di Azerbaijan yang memisahkan diri pada 1990-an. Vahram Baghdasaryan/Photolure via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh telah disepakati berlaku efektif Sabtu ini, 10 Oktober 2020. Dikutip dari kantor berita Reuters, gencatan senjata berlaku sejak pukul 12:00 tadi, waktu setempat.

Turki, pendukung Azerbaijan dalam konflik di Nagorno-Karabakh, mengapresiasi gencatan senjata antara kedua negara. Namun, menurut mereka, gencatan senjata tersebut belum cukup untuk sepenuhnya menghentikan konflik di Nagorno-Karabakh.

"Gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan adalah langkah signifikan, namun itu tidak akan menjadi solusi berjangka panjang," ujar Kementerian Luar Negeri Turki dalam keterangan persnya, dikutip dari Reuters, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Kementerian Luar Negeri Turki melanjutkan bahwa mereka akan mendukung solusi apapun selama solusi itu disetujui Azerbaijan. Gencatan senjata atau tidak, Kementerian Luar Negeri Turki memastikan negaranya tetap berkomitmen mendukung Azerbaijan baik di medan pertempuran ataupun di meja negosiasi.

Diberitakan sebelumnya, gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh disetujui Sabtu ini usai negosiasi selama 10 jam. Negosiasi dilakukan di Rusia, dengan Organisasi Keamanan dan Kooperasi Eropa (OSCE) berperan sebagai mediator. Dalam organisasi tersebut, Rusia, Amerika, dan Prancis menjadi anggota.

Dalam pelaksanaannya, gencatan senjata tersebut memasukkan klausul pertukaran tahanan dan jenazah. Per berita ini ditulis, jumlah korban akibat konflik di Nagorno-Karabakh ditaksir lebih dari 400 orang. 

Untuk prosesnya, Komite Palang Merah akan bertindak sebagai perantara untuk memastikan proses pertukaran berjalan lancar. Walau begitu, belum diketahui akan seberapa lama gencatan senjata berlangsung.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan bahwa masih ada banyak hal yang harus diurus terkait gencatan senjata di Nagorno-Karabakh. Dan, ia mengingatkan bahwa gencatan senjata ini belum berarti damai antara Armenia dan Azerbaijan. Untungnya, kata ia, kedua negara juga sepakat untuk bernegosiasi soal damai tersebut.

Kemarin Jumat, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyatakan bahwa dirinya tidak akan memberikan kelonggaran terhadap Armenia perihal status Nagorno-Karabakh. Nagorno-Karabakh, kata Aliyev, adalah bagian dari Azerbaijan.

Berdasarkan hukum internasional, Nagorno-Karabkah adalah bagian dari Azerbaijan yang kemudian memisahkan diri ketika Uni Soviet runtuh. Sekarang, Nagorno-Karabkah dihuni oleh etnis Armenia, bahkan memiliki pemerintahannya sendiri. Hal inilah yang memicu konflik kedua negara.

ISTMAN MP | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-armenia-azerbaijan-diplomacy/ceasefire-due-to-enter-force-in-nagorno-karabakh-after-moscow-deal-idUSKBN26V005?il=0







Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

30 menit lalu

Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

Zelensky menanggapi ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Putin.


Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

43 menit lalu

Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

:Presiden Rusia Vladimir Putin berulang tahun ke-70 hari ini. Ia mendapat ucapan selamat termasuk dari Kim Jong Un.


Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

2 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

2 jam lalu

Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

10 negara terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan total area meliputi daratan dan daerah perairan


Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

4 jam lalu

Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

Mengenal apa itu Yandex, sejarah serta kelebihan dan kekurangan dibandingkan search engine Google.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

5 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

10 jam lalu

Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

Ribuan warga Rusia membanjiri perbatasan negara-negara tetangga sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September


Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

12 jam lalu

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

Sebuah rudal Rusia menghancurkan blok apartemen di wilayah Ukraina yang telah dicaplok Moskow hingga menewaskan tujuh orang,


Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

12 jam lalu

Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaploknya,


Volodymyr Zelensky Klaim Rebut Wilayah yang Dicaplok Rusia

1 hari lalu

Volodymyr Zelensky Klaim Rebut Wilayah yang Dicaplok Rusia

Volodymyr Zelensky menyatakan pasukan Ukraina telah merebut kembali lebih banyak kawasan di Kherson, salah satu wilayah selatan negara tersebut.