Amerika Minta Pemerintahan Transisi Mali Gelar Pemilu dalam 18 Bulan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jubir Kemenlu Amerika Serikat, Morgan Ortagus. Reuters

    Jubir Kemenlu Amerika Serikat, Morgan Ortagus. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menyambut baik pembentukan pemerintahan transisi di Mali sebagai langkah awal untuk kembali ke tatanan konstitusi.

    Diplomat veteran Moctar Ouane ditunjuk sebagai perdana menteri interim oleh Presiden Bah Ndaw, yang merupakan seorang pensiunan kolonel.

    “Keduanya akan mengawasi masa transisi 18 bulan ke penguasa sipil setelah angkatan darat mengkudeta Presiden Ibrahim Boubacar Keita pada 18 Agustus,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 4 Otkober 2020.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Morgan Ortagus, mengatakan,”Kami mendesak pemerintahan transisi untuk menghormati komitmen yang dibuatnya dengan Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat atau ECOWAS.”

    Ortagus mengatakan komitmen ini seperti pelaksanaan pemilu dalam 18 bulan.Pemerintah Amerika juga meminta pemerintahan transisi melakukan pemberantasan korupsi dan melaksanakan proses reformasi pemilu.

    “Kami mendesak pemerintah Mali untuk menghargai hak asasi manusia dan mengambil langkah kongkrit untuk mencegah pelanggaran HAM oleh pasukan keamanan. Dan menginvestigasi serta meminta pertanggung-jawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab jika terjadi tindak kekerasan,” kata Ortagus.

    Sumber

    https://www.reuters.com/article/us-mali-security-usa/u-s-welcomes-transitional-government-in-mali-idUSKBN26P00J


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.