Pemerintahan Trump Janji Tidak Akui Aneksasi Tepi Barat oleh Israel Sampai 2024

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan setelah pidato Trump di Museum Israel di Yerusalem 23 Mei 2017. [REUTERS / Ronen Zvulun / File Foto]

    Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan setelah pidato Trump di Museum Israel di Yerusalem 23 Mei 2017. [REUTERS / Ronen Zvulun / File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Donald Trump berjanji tidak akan mengakui aneksasi Tepi Barat oleh Israel sampai 2024 sebagai komitmen normalisasi Uni Emirat Arab dan Israel.

    Perdana Menteri Israel telah menjanjikan untuk mencaplok Tepi Barat pada 1 Juli kemarin, namun rencana itu tertunda ketika Uni Emirat Arab membuka hubungan diplomatik dengan Israel, yang memberikan syarat pembatalan aneksasi.

    Kedua belah pihak belum secara resmi memberikan kerangka waktu yang tepat untuk berapa lama aneksasi ditunda, menurut sumber kepada Times of Israel, 14 September 2020.

    Menurut tiga sumber yang mengetahui langsung tentang negosiasi normalisasi, pejabat Uni Emirat Arab yang dipimpin oleh Duta Besar UEA untuk AS Yousef Al Otaiba, berfokus pada upaya mencari jaminan dari AS, dan bukan Israel, untuk masalah tersebut.

    Pejabat Emirat tidak tertarik menerima komitmen Israel untuk penundaan aneksasi, kata sumber itu, karena mereka memahami bahwa Netanyahu tidak akan bergerak maju tanpa dukungan AS.

    Sebaliknya, prioritas utama UEA selama negosiasi adalah menerima komitmen dari AS bahwa mereka menahan dukungannya untuk aneksasi jika Netanyahu memulai aneksasi, kata sumber tersebut.

    Juru runding pemerintahan Trump, yang dipimpin oleh penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner, setuju untuk menetapkan kerangka waktu rencana perdamaian Trump untuk Palestina, kata sumber tersebut.

    Gedung Putih dan pejabat UEA menolak berkomentar terkait laporan ini. Sementara Netanyahu bersikeras bahwa rencananya untuk memperluas kedaulatan Israel ke semua permukiman di Tepi Barat dan Lembah Jordan, dalam koordinasi penuh dengan AS, tetap "di atas meja".

    Pesawat maskapai penerbangan Israel El Al yang membawa delegasi Israel dan AS terlihat setelah mendarat di Bandara Internasional Abu Dhabi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 31 Agustus 2020. [REUTERS / Christopher Pike]

    Jerusalem Post melaporkan Perdana Menteri Netanyahu tiba di Washington pada Senin malam untuk penandatanganan normalisasi dengan Uni Emirat Arab.

    Menteri luar negeri kedua negara diharapkan untuk bergabung dalam upacara di Gedung Putih pada Selasa waktu Washington.

    Dalam sambutannya menjelang rapat kabinet Ahad, Netanyahu mengatakan percakapannya dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa pada Jumat, bahwa mereka memutuskan untuk membangun perdamaian resmi antara Israel dan Bahrain.

    "Akan ada lalu lintas udara yang cepat dan langsung antarnegara," kata Netanyahu dalam sambutannya kepada kabinet Israel, melalui transkripnya yang dirilis oleh kantornya, menurut Reuters.

    Warga Palestina di Gaza membakar foto para pemimpin Israel, Amerika, Bahrain, dan Uni Emirat Arab pada Sabtu sebagai protes terhadap langkah kedua negara Teluk untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

    "Kami harus melawan virus normalisasi dan memblokir semua jalurnya sebelum berhasil mencegah penyebarannya," kata pejabat Hamas Maher al-Holy, dikutip dari Al Jazeera.

    Demonstran membakar gambar Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

    Sementara Amerika Serikat, Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, memuji langkah diplomatik sebagai langkah signifikan menuju perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, Palestina melihatnya sebagai pengkhianatan.

    Sumber:

    https://www.timesofisrael.com/us-assured-uae-it-wont-back-israel-annexation-before-2024-at-earliest-toi-told/#gs.fju88p

    https://www.jpost.com/middle-east/pm-heads-to-dc-to-sign-deals-with-uae-bahrain-while-lockdown-expected-642099

    https://af.reuters.com/article/uk-israel-bahrain-usa-flights-idAFKBN2640CW

    https://www.aljazeera.com/news/2020/09/palestinians-rally-bahrain-israel-normalisation-200912163206019.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.