Selasa, 22 September 2020

Pilpres Rusuh, Pemimpin Oposisi Belarus Kabur ke Lithuania Demi Anak-anaknya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Belarus Svetlana Tikhanouskaya

    Pemimpin oposisi Belarus Svetlana Tikhanouskaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin oposisi Belarus, Svetlana Tikhanouskaya memutuskan kabur ke Lithuania setelah proses pemilihan presiden berujung dengan kerusuhan besar.

    Istri dari seorang blogger yang dipenjara Mei lalu memilih berkumpul dengan anak-anaknya di Lithuania setelah hasil sementara pemilihan presiden kembali memenangkan Alexander Lukashenko.

    Kemenangan ini membawa Lukashenko untuk keenam kali menjabat sebagai presiden Belarus. Itu berarti dia telah 26 tahun berkuasa dan mendapat julukan sebagai diktator Eropa terakhir.

    Svetlana berusia 37 tahun dan mantan guru bahasa Inggris meninggalkan Belarus setelah menyampaikan protes hasil suara sementara di Komisi pemilihan.

    Di saluran YouTube suaminya, dia menjelaskan keputusannya itu.

    "Anda tahu, saya mengira bahwa seluruh kampanye ini sungguh membuat saya begitu tegar sehingga saya mampu mengatasi apapun. Namun, kemungkinan, saya masih perempuan lemah seperti dulunya. Saya telah membuat keputusan yang sangat sulit untuk diri saya sendiri," kata Svetlana.

    Dia menegaskan bahwa anak-anak menjadi hal terpenting dalam hidup.

    Komisi perbatasan Belarus dan Lithuana kemudian membenarkan Svetlana telah bergabung dengan anak-anaknya.

    Selama kampanye pemilihan presiden Belarus, perempuan yang menjadi pemimpin oposisi Belarus ini telah menerima berbagai ancaman termasuk menculik anak-anaknya. Saat masa kampanye, dia memindahkan anak-anaknya ke Lithuania.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.