Iran: Tidak Pakai Masker Kala Pandemi, Tidak Akan Dilayani

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Preisden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Febrauri 2020. Official Presidential website/Handout via REUTERS

    Preisden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Febrauri 2020. Official Presidential website/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Iran menerapkan aturan baru terkait penggunaan masker di masa pandemi Corona. Sekarang, semua warga wajib memakai masker apabila ingin mengakses layanan publik atau dilayani oleh petugas sipil.

    Hal senada berlaku untuk tempat kerja. Apabila tempat usaha tidak menghadirkan protokol kesehatan, tak terkecuali penggunaan masker, maka usaha tersebut akan ditutup selama sepekan.

    "Pegawai negeri jangan layani warga apabila mereka tidak menggunakan masker. Sementara itu, pegawai negeri yang tidak memakai masker akan dianggap absen dan kami kirim balik ke rumah," ujar Presiden Iran, Hassan Rouhani, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Aturan pemakaian masker dan penyediaan protokol kesehatan itu akan bersifat wajib per Ahad esok. Hal itu untuk memastikan pandemi tidak memburuk di saat lockdown mulai dilonggarkan.

    Untuk mendukung aturan yang ada, Pemerintah Iran menggiatkan siaran peringatan soal pentingnya menggunakan masker. Di stasiun televisi milik pemerintah, berbagai siaran diakhiri dengan warga diingatkan untuk tidak lupa menjaga jarak fisik dan memakai masker ketika berpergian.

    "Tidak ada siapapun di dekat saya dalam jarak tiga meter dan saya memakai masker ketika berada di luar studio. Anda pakailah masker juga," ujar presenter di akhir siaran televisi milik pemerintah. 

    Di situs resmi pemerintah Iran, Hassan Rouhani juga mulai ditampilkan mengenakan masker. Selama ini, ia jarang terlihat menggunakan alat pelindung diri tersebut. 

    Iran adalah salah satu negara yang paling terdampak oleh Corona. Per hari ini, Iran tercatat memiliki 235 ribu kasus, 11.260 korban jiwa, serta 196 ribu pasien sembuh terkait virus Corona (COVID-19).

    Beberapa kasus terbaru melibatkan anggota Parlemen Iran. Dikutip dari Reuters, lima anggota parlemen dinyatakan positif tertular virus Corona.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.