Situs Nuklir Iran Diretas, AS dan Israel Diduga Sebagai Dalangnya

Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Situs nuklir Iran, Natanz, mengalami kebakaran pada hari Kamis lalu. Hingga sekarang, penyebanya belum diketahui. Walau begitu, Pemerintah Iran menyakini bahwa situs pengayaan nuklir tersebut terbakar akibat serangan siber.

"Merespon serangan siber adalah salah satu kekuatan kami. Jika benar Iran sudah menjadi target serangan siber, kami akan membalas," ujar Kepala Pertahanan Sipil, Gholamreza Jalali, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 4 Juli 2020.

Natanz adalah satu dari sejumlah situs nuklir yang dimiliki Iran. Fungsi dari situs itu sendiri, yang sebagian besar kompleksnya berada di bawah tanah, adalah untuk menunjang program pengayaan nuklir Iran.

Iran, sebagaimana diketahui, sedang berada dalam pengawasan internasional karena memutuskan untuk tetap melanjutkan program pengayaan nuklirnya. Berdasarkan catatan Nuclear Threat Initiative (NTI), program pengayaan nuklir Iran sudah melewai batas yang disepakati bersama dengan Amerika, Prancis, dan Jerman.

International Atomic Energy Agency (IAEA) adalah pihak yang ditugaskan untuk mengawasi program pengayaan nuklir Iran. Natanz, yang terbakar pada Kamis kemarin, adalah salah satu yang diawasi oleh IAEA yang bekerja di bawah PBB.

Jumat kemarin, Iran sempat mengklaim bahwa petunjuk siapa dalang di balik kebakaran di Natanz sudah didapat. Hal itu akan ditelusuri lebih lanjut untuk disampaikan detilnya.

Artikel dari kantor berita Iran, IRNA, menyampaikan bahwa ada kemungkinan serangan ke Natanz dilakukan oleh lawan Iran. Dua nama yang diduga kuat oleh IRNA adalah Israel dan Amerika mengingat hubungan keduanya yang bermasalah dengan Iran.

"Sejauh ini, Iran telah berusaha untuk mencegah kriris serta situasi yang lebih rumit. Namun, sejumlah negara melanggar batas, seperti Zionis (Israel) dan Amerika, yang berarti strategi Iran harus diubah," ujar kantor berita IRNA, dikutip dari Reuters.

ISTMAN MP | REUTERS






Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

13 jam lalu

Protes Perempuan Wajib Pakai Jilbab di Iran Dimulai Sejak Revolusi 1979

Semangat progresif untuk kebebasan dengan menentang kewajiban berjilbab di Iran, secara historis dianggap sudah dimulai pada 1979, masa awal revolusi yang membawa Iran menjadi Republik Islam.


Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Jibab Setelah Dirundung Demo Berdarah

20 jam lalu

Iran Kaji Ulang Aturan Wajib Jibab Setelah Dirundung Demo Berdarah

Iran akan mengkaji ulang aturan wajib jilbab untuk wanita setelah demo yang tak kunjung selesai dalam dua bulan terakhir.


Iran Akhirnya Bubarkan Polisi Moral Setelah Dilanda Demo Berdarah

22 jam lalu

Iran Akhirnya Bubarkan Polisi Moral Setelah Dilanda Demo Berdarah

Iran membubarkan polisi moral setelah demo yang berlangsung selama dua bulan belum ada tanda-tanda bakal berakhir. Pendemo mengancam mogok makan.


Iran Jatuhkan Hukuman Mati 4 Laki-laki karena Kerja Sama dengan Mata-mata Israel

1 hari lalu

Iran Jatuhkan Hukuman Mati 4 Laki-laki karena Kerja Sama dengan Mata-mata Israel

Iran menjatuhi vonis hukuman mati empat laki-laki karena dianggap telah bekerja sama dengan mata-mata Israel Mossad.


Presiden Ebrahim Raisi Tak Akan Ubah Kebijakan Iran dalam Menangani Demonstran

1 hari lalu

Presiden Ebrahim Raisi Tak Akan Ubah Kebijakan Iran dalam Menangani Demonstran

Presiden Ebrahim Raisi mengungkapkan Iran menjamin hak dan kebebasan, namun Iran juga punya sistem yang berlaku.


Bapeten Sebut Pemerintah Targetkan PLTN Terealisasi pada 2039 Dukung Net Zero Emission

1 hari lalu

Bapeten Sebut Pemerintah Targetkan PLTN Terealisasi pada 2039 Dukung Net Zero Emission

Bapeten telah menyiapkan regulasi infrastruktur penyelamatan nuklir mulai dari lokasi pembangunan PLTN yang harus memenuhi syarat.


AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

2 hari lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

2 hari lalu

Fitur Emergency SOS via Satellite iPhone 14 Selamatkan Pria di Alaska

Aktivasi fitur Emergency SOS via Satellite milik Apple ini diharapkan meluas ke Prancis, Jerman, Irlandia dan Inggris pada Desember ini.


Piala Dunia 2022: Warganet Puji Sikap Antonee Robinson Peluk Pemain Timnas Iran Usai Laga Iran Vs Amerika Serikat

2 hari lalu

Piala Dunia 2022: Warganet Puji Sikap Antonee Robinson Peluk Pemain Timnas Iran Usai Laga Iran Vs Amerika Serikat

Bek Timnas Amerika Serikat, Antonee Robinson, memeluk lawan mainnya, Ramin Rezian, usai kekalahan Iran saat menghadapi AS dalam Piala Dunia 2022.


Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

4 hari lalu

Biden dan Macron Berselisih soal Subsidi untuk Perusahaan Amerika

Biden menjadi tuan rumah Macron pada kunjungan kenegaraan pertama sejak pemimpin AS itu menjabat pada awal 2021.