Trump Sebut Penurunan Patung Kolonial Sebagai Penghapusan Sejarah

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden A.S. Donald Trump menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau Fourth of July di wilayang Gunung Rushmore di Keystone, South Dakota, AS, 3 Juli 2020. REUTERS/Tom Brenner

    Presiden A.S. Donald Trump menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau Fourth of July di wilayang Gunung Rushmore di Keystone, South Dakota, AS, 3 Juli 2020. REUTERS/Tom Brenner

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumat kemarin, Presiden Amerika Donald Trump kembali menegaskan sikapnya soal kampanye merobohkan patung-patung di Amerika. Berpidato di depan Mount Rushmore, yang mengabadikan empat figur mantan Presiden Amerika, Trump menyebut kampanye tersebut sebagai upaya menghapus sejarah negeri Paman Sam.

    "Ada bahaya nyata yang mengancam hasil kerja keras para pendahulu kita. Negeri ini tengah menghadapi kampanye kejam untuk menghapus sejarah Amerika, defamasi terhadap pahlawan, dan indoktrinasi terhadap anak-anak," ujar Trump sebagaimana dikutip dari CNN, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Diberitakan sebelumnya, kampanye merobohkan patung-patung dengan jejak kolonialisme dan rasisme muncul dari peristiwa pembunuhan George Floyd. George Floyd adalah pria kulit hitam asal Minneapolis, Minnesota yang tewas dibunuh personil Kepolisian setempat.

    Peristiwa pembunuhan Floyd memicu efek berantai mulai dari kampanye Black Lives Matter, reformasi Kepolisian, hingga kampanye merobohkan patung-patung. Salah satu patung yang sudah dirobohkan di sejumlah negara bagian Amerika adalah patung Christopher Columbus. Columbus dianggap membuka pintu kolonialisme dan perbudakan ketika menemukan benua Amerika.

    Trump berjanji akan terus mempertahankan patung-patung yang dianggap berkaitan dengan sejarah Amerika, apapun latar belakangnya. Ia mengatakan, membiarkan patung-patung bersejarah dirobohkan sama saja mendukung totalitarianisme.

    "Mereka yang menghapus warisan sejarah Amerika ingin mencoba membuat kita lupa akan identitas Amerika. Mereka ingin menghancurkan nilai, budaya, kepercayaan, serta identitas yang membuat Amerika sebagai negara paling toleran," klaim Trump.

    Trump kemudian menunjuk ke gunung Rushmore, yang mengabadikan wajah George Washington, Abraham Lincoln, Thomas Jefferson, dan Theodore Roosevelt. Ia berkata, tidak akan ada yang bisa merobohkan gunung Rushmore.

    "Gunung Rushmore akan selamanya berdiri sebagai penghormatan terhadap para leluhur kita, kepada kemerdekaan Amerika," ujar Trump mengakhiri.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.