Negara-negara yang Batalkan Haji Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jamaah melakukan shalat Tarawih di depan Kabah di Masjidil Haram pada hari pertama bulan suci Ramadan di tengah pandemi Virus Corona di kota suci Mekah, Arab Saudi, 24 April 2020. REUTERS/Ganoo Essa

    Sejumlah jamaah melakukan shalat Tarawih di depan Kabah di Masjidil Haram pada hari pertama bulan suci Ramadan di tengah pandemi Virus Corona di kota suci Mekah, Arab Saudi, 24 April 2020. REUTERS/Ganoo Essa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerajaan Arab Saudi pada Senin mengumumkan akan membatasi jemaah Haji tahun ini dengan tidak lebih dari 1.000 orang karena wabah pandemi virus corona (Covid-19).

    Namu, 1.000 jemaah yang diperbolehkan berhaji hanya untuk mereka yang tinggal di Arab Saudi, dengan penerapan protokol kesehatan ketat termaruk tes kesehatan dan hanya untuk jamaah di bawah usia 65 tahun, menurut pernyataan dari Kementerian Haji dan Umroh bersama Kementerian Kesehatan Arab Saudi, dikutip dari Alarabiya, 23 Juni 2020.

    Hingga kini ada sembilan negara yang telah membatalkan ibadah Haji sebelum keputusan pembatasan jemaah diumumkan oleh Arab Saudi, dan beberapa negara lain kemungkinan akan membatalkan mengirim warganya ke Saudi karena Arab Saudi hanya mengizinkan jamaah di dalam Kerajaan Saudi.

    1. Indonesia

    Kementerian Agama Indonesia mengumumkan pada awal Juni membatalkan ibadah Haji 2020 karena pandemi virus corona.

    "Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 1441 Hijriah atau 2020," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers virtual, Selasa, 2 Juni 2020.

    Fachrul Razi mengatakan pandemi ini berdampak pada semua aspek sosial keagamaan. Kementerian lalu membentuk pusat krisis Haji 2020. Pusat krisis ini diberi mandat untuk mitigasi penyelenggaraan haji 2020.

    Menurut Fachrul Razi, Arab Saudi tak kunjung membuka akses haji untuk negara manapun. "Sehingga pemerintah tak punya waktu menyiapkan," kata dia. Akhirnya pemerintah RI memutuskan meniadakan keberangkatan Ibadah Haji 2020. Indonesia adalah pengirim jemaah haji terbesar di dunia dan sebelum pembatalan berencana mengirim 220.000 jemaah Haji ke Arab Saudi.

    2. Malaysia

    Malaysia mengumumkan tidak akan mengirim sekitar 30.000 warganya berhaji tahun ini menyusul keputusan pembatalan Haji Indonesia dan Singapura.

    Malaysia memutuskan untuk melarang warganya melakukan perjalanan Haji tahun ini karena risiko tertular Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona, dan kurangnya vaksin untuk mengobatinya, kata Menteri Agama Malaysia Zulkifli Mohamad Al-Bakri, dikutip dari Al Jazeera.

    "Saya berharap para jemaah terus bersabar dan menerima keputusan itu," kata Zulkifli pada konferensi pers yang disiarkan di televisi nasional pada 11 Juni.

    Calon jemaah Haji Malaysia dapat menunggu hingga 20 tahun untuk melakukan perjalanan karena sistem kuota dinegosiasikan dengan Arab Saudi.

    Dalam pernyataan terpisah, Dewan Tabung Haji, lembaga yang mengelola rencana tabungan untuk calon jamaah haji, mengatakan keputusan itu akan mempengaruhi sekitar 31.600 orang yang dipilih untuk melakukan perjalanan Haji tahun ini.

    3. Singapura

    Singapura adalah negara pertama yang memutuskan membatalkan perjalanan Haji warganya di tengah kekhawatiran Covid-19.

    Pada 15 Mei, Dewan Agama Islam Singapura (Muis) memutuskan menunda ibadah Haji tahun ini, The Straits Times melaporkan.

    Komite Fatwa, sekelompok cendekiawan agama senior yang mengeluarkan peraturan dan pedoman agama, telah bertemu untuk membahas masalah ini dan mendukung penundaan tersebut dengan alasan kesehatan dan keselamatan, tambah Muis.

    900 orang dari Singapura yang telah mendaftar untuk melakukan Haji tahun ini sekarang akan dijadwalkan ulang secara otomatis tahun depan.

    Dalam sebuah pernyataan, Muis mengatakan bahwa dewan memiliki kepercayaan penuh pada manajemen pandemi Arab Saudi. Tetapi Singapura memiliki pertimbangan sendiri untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan jemaahnya.

    Menteri Urusan Agama Islam Singapura, Masagos Zulkifli, mengatakan pada konferensi pers saat itu bahwa keputusan untuk menunda Haji dibuat secara independen dari otoritas Arab Saudi. "(Keputusan ini dibuat) karena pertimbangan untuk kebutuhan para jemaah kami, dan keselamatan para jemaah kami," kata Menteri Zulkifli.

    4. Brunei Darussalam

    Pada 10 Juni, sehari sebelum pembatalan Haji Malaysia, Brunei Darussalam mengumumkan tidak akan mengirim warganya untuk berhaji tahun ini.

    Berbicara dalam konferensi pers, Menteri Agama Brunei, Awang Badaruddin Othman, mengatakan negara itu tidak akan mengirim 1.000 jamaah Haji yang dipilih setiap tahun dan mereka yang bepergian dengan biaya sendiri untuk melakukan Haji, menurut surat kabar Borneo Bulletin.

    Baddarudin mengatakan keputusan itu dibuat setelah Sultan Hassanal Bolkiah memberikan persetujuannya atas rekomendasi Dewan Agama Islam Brunei, yang bersidang pada hari Sabtu sebelumnya untuk membatalkan keikutsertaan jemaah Brunei dalam Haji.

    Brunei menjadi negara keempat di Asia Tenggara yang menunda mengirim jemaah Haji tahun ini setelah Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

    5. Thailand dan Kamboja

    Sejumlah besar Muslim Thailand yang telah mendaftar Haji tahun ini memutuskan menunda berangkat, menurut laporan International Quran News Agency pada 8 Juni. Sementara Kamboja juga membatalkan Haji tahun ini, menurut Arab News.

    6. Negara-negara lain yang batalkan Haji

    Afrika Selatan mengumumkan pembatalan Haji tahun ini setelah Dewan Haji dan Umrah Afrika Selatan (SAHUC) tidak mengizinkan warganya berhaji tahun ini, menurut laporan IOL pada 12 Juni.

    Sementara pemerintah India mengumumkan pada Selasa tidak akan memberangkatkan Haji tahun ini, setelah pengumuman pembatasan Haji Arab Saudi, menurut The Indian Express, mengutip Menteri Urusan Minoritas Mukhtar Abbas Naqvi.

    Sementara pada pertengahan Maret, Kementerian Wakaf Mesir menunda Haji tahun ini dan akan mengembalikan uang calon Jemaah Haji, menurut Ahram. Dewan Haji Uzbekistan menyambut pembatasan Haji oleh Arab Saudi dan akan menunda mengirim warganya berhaji tahun ini.

    Sumber The Dhaka Tribune mengatakan pemerintah Bangladesh telah memutuskan untuk tidak mengirim jemaah Haji tahun ini setelah pengumuman Arab Saudi. Sementara Geo TV melaporkan Kementerian Agama Pakistan telah menggelar rapat darurat apakah akan membatalkan warganya melaksanakan Haji tahun ini setelah pengumuman Arab Saudi.

    Menurut laporan Geo TV, total 179.210 warga Pakistan telah terdaftar untuk melakukan Haji tahun ini, termasuk 107.526 di bawah skema pemerintah dan 71.684 di bawah skema swasta.

    Pemerintah Arab Saudi pada hari Senin melarang kedatangan jemaah dari luar negeri untuk Haji tahun ini karena virus corona, dan hanya mengizinkan sejumlah kecil warga Arab Saudi dan non Saudi dalam negeri yang tinggal di dalam Kerajaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.