Otoritas Korea Selatan Akui Terjadi Gelombang Kedua Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengenakan masker saat mengantre naik wahana roller coaster di sebuah taman hiburan di Seoul, Korea Selatan, 30 April 2020. Negara ini melaporkan tidak ada kasus virus corona domestik baru untuk pertama kalinya sejak Februari. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Pengunjung mengenakan masker saat mengantre naik wahana roller coaster di sebuah taman hiburan di Seoul, Korea Selatan, 30 April 2020. Negara ini melaporkan tidak ada kasus virus corona domestik baru untuk pertama kalinya sejak Februari. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.COSeoul – Otoritas kesehatan di Korea Selatan mengatakan negara ini sedang menghadapi gelombang kedua Covid-19.

    Ini merupakan pertama kalinya pejabat negeri ginseng mengakui adanya gelombang kedua Covid-19 terkait kasus baru di sekitar Ibu Kota Seoul.

    Kasus baru Covid-19 atau Corona ini terus bermunculan dan diduga terkait dengan kegiatan liburan pada Mei 2020.

    Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Korea atau KCDC mengatakan gelombang pertama Covid-19 di negara itu tidak pernah benar-benar berakhir.

    “Di area metropolitan, kami meyakini bahwa gelombang pertama terjadi pada Maret hingga April dan Februari ke Maret,” kata Jeong Eun-kyeong, direktur KCDC, seperti dilansir Reuters pada Senin, 22 Juni 2020.

    Jeong lalu menambahkan,”Lalu kami melihat ada gelombang kedua yang dipicu oleh kegiatan liburan Mei, dan masih berlangsung.”

    Menurut Jeong, aktivitas liburan pada awal Mei lalu menandai munculnya gelombang kedua.

    Ini terutama terjadi di daerah padat penduduk seperti area Seoul dan sekitarnya, yang sebelumnya hanya memiliki sedikit kasus.

    Situs Johns Hopkins University menunjukkan, Korea Selatan memiliki sekitar 12.4 ribu kasus Covid-19. Korban jiwa mencapai 281 orang dengan sekitar 10.9 ribu orang berhasil sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.