Ibu di Inggris Kesal karena Putrinya Dipulangkan Sekolah, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa mengenakan masker saat hari pertama sekolah setelah pelonggaran kebijakan lockdown di Brisbane, Australia, 11 Mei 2020. Selama beberapa pekan, sejumlah negara terpaksa menutup sekolah untuk mencegah penyebaran virus Corona. AAP Image/Dan Peled via REUTERS

    Seorang siswa mengenakan masker saat hari pertama sekolah setelah pelonggaran kebijakan lockdown di Brisbane, Australia, 11 Mei 2020. Selama beberapa pekan, sejumlah negara terpaksa menutup sekolah untuk mencegah penyebaran virus Corona. AAP Image/Dan Peled via REUTERS

    TEMPO.CO, Birmingham -  Seorang ibu di Inggris merasa kecewa dan marah kepada guru di sekolah anaknya karena menyuruh anaknya pulang pada hari pertama masuk sekolah setelah aturan lockdown dilonggarkan.

    Ini terjadi setelah anak perempuannya, yang bernama Isabelle Celmer, 15 tahun, datang ke sekolah memakai sepatu yang keliru.

    “Dia memakai sepatu olah raga karena sepatu sekolahnya tertinggal di rumah kakeknya,” begitu dilansir The Sun pada Jumat, 19 Juni 2020.

    Sang ibu yang bernama Laura merasa kesal karena mendapat telepon harus menjemput putrinya lagi setelah baru saja mengantarnya ke sekolah.

    “Ini konyol. Tentunya mereka punya hal yang jauh lebih penting dikhawatirkan saat ini? Anak-anak sudah tidak sekolah selama nyaris tiga bulan,” kata Laura, yang tinggal di Bourneville, Birmingham.

    “Tentunya membuat anak-anak sekolah lebih penting,” kata Laura mengenai putrinya yang bersekolah di University of Birmingham School.

    Menurut Laura, anaknya mengenakan seragam yang benar. Namun, putrinya menggunakan sepatu olah raga karena tertinggal di rumah nenek sebelum lockdown terjadi.

    “Dengan pandemi Covid-19, sekolah tentunya punya urusan yang lebih penting. Pendidikan anak-anak sudah terpengaruh,” kata dia soal pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.