Dikritik Tak Sensitif, Trump Mundurkan Jadwal Kampanye Pilpresnya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang protes yang sedang berlangsung atas ketidaksetaraan rasial setelah kematian George Floyd oleh polisi kulit putih di Minneapolis, di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS, 1 Juni 2020. [REUTERS / Tom Brenner]

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan tentang protes yang sedang berlangsung atas ketidaksetaraan rasial setelah kematian George Floyd oleh polisi kulit putih di Minneapolis, di Rose Garden Gedung Putih di Washington, AS, 1 Juni 2020. [REUTERS / Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika, Donald Trump, akhirnya merespon kritikan dirinya memilih jadwal kampanye di Hari Nasional Berakhirnya Perbudakan, Juneteenth. Via Twitter, Trump mengabarkan bahwa dia telah memundurkan jadwal kampanye sehari, dari 19 Juni menjadi 20 Juni 2020.

    "Banyak sahabat Afrikan Amerikan dan pendukung yang menyarankan saya untuk mengganti jadwal kampanye untuk menghormati hari nasional (Juneteenth). Oleh karenanya, saya memutuskan untuk menghormati permintaan mereka," ujar Trump sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Diberitakan sebelumnya, Trump sempat menjadwalkan kampanye pilpresnya pada tanggal 19 Juni, Juneteenth. Trump berdalih pemilihan tanggal tersebut tidak disengaja agar pas dengan perayaan Juneteenth, tetapi lebih karena faktor ketersediaan waktu. Namun, kubu oposisi tidak percaya dengan pernyataan Trump.

    Senator California, Kamala Harris, menduga Trump memang sengaja memilih hari berlangsungnya Juneteenth. Tujuan Trump, menurut Harris, untuk menunjukkan kepada pendukungnya bahwa ia tidak takut dengan situasi Amerika saat ini yang ramai akan gerakan anti-rasialisme. Harris tidak percaya Trump, yang dikenal rasis, memilih Juneteenth untuk menunjukkan sikap yang berbeda.

    Walau telah memundurkan jadwal kampanyenya, belum diketahui apakah Trump juga akan mengubah lokasi kampanyenya. Sejauh ini, kampanye Trump tetap dijadwalkan berlangsung di Tulsa, Oklahoma. Tulsa sendiri adalah lokasi bersejarah karena berkaitan dengan kekejaman terhadap komunitas kulit hitam.

    Di tahun 1921, Tulsa menjadi lokasi pembantaian untuk warga kulit hitam di Amerika. Ratusan meninggal akibat peristiwa tersebut. Memilih Tulsa menjadi lokasi kampanye membuat opisisi Trump menganggapnya tidak sensitif dengan situasi Amerika paska meninggalnya George Floyd di tangan personil Kepolisian Minneapolis.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...