Mantan Presiden Ukraina Poroshenko Dituduh Salahgunakan Wewenang

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko melihat bendera nasional Ukraina yang rusak saat kunjungannya ke pameran peralatan militer Ukraina yang baru di Kiev, Ukraina, 14 Oktober 2015. REUTERS/Gleb Garanich

TEMPO.CO, Jakarta - Biro Investigasi Ukraina memeriksa mantan Presiden Petro Poroshenko atas tuduhan penyalahgunaan wewenang di tahun 2018. Poroshenko dituduh mengeluarkan perintah secara illegal dan memiliki unsur konflik kepentingan terhadap Lembaga Intelijen Ukraina.

Dikutip dari kantor berita Reuters, Biro Investigasi Ukraina menyebut Poroshenko menggunakan kekuasaanya untuk membujuk pejabat lembaga intelijen melanggar otoritasnya. Hingga berita ini ditulis, Biro Investigasi Ukraina belum mengungkapkan detil lengkapnya.

"Perintah soal penahanan Porshenko sebelum persidangan sedang kami urus," ujar biro terkait sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu, 10 Juni 2020.

Poroshenko membantah telah menyalahgunakan wewenangnya terkait komunikasinya dengan lembaga intelijen. Ia berkata, komunikasinya dengan lembaga tersebut berkaitan dengan pengangkatan deputi kepala Lembaga Intelijen Ukraina. Tuduhan yang dialamatkan kepadanya, kata Poroshenko, bernada politis.

Sebagai catatan, setidaknya ada 10 perkara di Ukraina yang dikaitkan dengan Poroshenko, termasuk perkara di lembaga intelijen. Salah satunya adalah perkara penyelundupan 43 lukisan secara ilegal. Beberapa di antaranya dimiliki oleh Poroshenko sekarang.

Poroshenko sendiri sudah berkali-kali diperiksa oleh otoritas hukum Ukraina terkait dugaan penyelundupan tersebut. Dan, seperti perkara penyalahgunaan wewenang, Poroshenko membantah telah melanggar hukum. Poroshenko mengklaim mendapatkan semua lukisannya secara legal.

"Lukisan itu diimpor secara legal dan saya sendiri yang membayar bea dan cukainya," ujar Poroshenko sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Apa yang terjadi saat ini tidak ada kaitannya dengan hukum, demokrasi, ataupun investigasi kriminal. Hal yang menjerat saya adalah wujud standar ganda, persekusi, dan tuduhan tak benar dari oposisi," ujar Poroshenko menambahkan.

Menanggapi pernyataan Poroshenko, Jaksa Agung Iryna Venedyktova menyatakan bahwa pihaknya bertindak berdasarkan undang-undang. "Kami mengacu pada undang-undang pidana," ujarnya tegas.

Presiden Volodymyr Zelenskiy, mantan komedian yang mengalahkan Poroshenko tahun lalu, berjanji untuk menuntaskan segala perkara yang melibatkan pejabat tinggi negara, tak terkecuali Poroshenko.

ISTMAN MP | REUTERS






Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

9 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Ukraina Temukan Lagi Dua Kuburan Massal di Izium

13 jam lalu

Ukraina Temukan Lagi Dua Kuburan Massal di Izium

Volodymyr Zelensky mengkonfirmasi telah ditemukan lagi dua situs kuburan massal yang berisi mayat ratusan orang di kota timur laut Izium.


Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

13 jam lalu

Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

Melalui Twitter, Pemerintah Ukraina membagikan video dengan konten polisi Rusia yang memukuli dan menangkap orang-orang yang memprotes pemanggilan tersebut.


Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

14 jam lalu

Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

Kazakhstan tidak akan mengakui kemungkinan pencaplokan wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum, meski mereka merupakan mitra Moskow


Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

14 jam lalu

Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjanjikan perlindungan penuh atas wilayah Ukraina yang dicaplok melalui referendum yang dinilai Barat ilegal


Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

15 jam lalu

Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina telah menerima sistem pertahanan udara NASAMS yang canggih dari Amerika Serikat.


Aliansi Sayap Kanan Menang Pemilu, Italia Dikuasai Konservatif

17 jam lalu

Aliansi Sayap Kanan Menang Pemilu, Italia Dikuasai Konservatif

Hasil pemilu di Italia ini, bagaimanapun, tetap akan membunyikan lonceng alarm Eropa dan pasar keuangan.


Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

20 jam lalu

Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

Sedikitnya 100 orang ditahan karena protes menentang mobilisasi parsial di Dagestan, wilayah selatan Rusia yang penduduknya mayoritas Muslim


Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

21 jam lalu

Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

Rusia berjanji memperbaiki kesalahan dalam pemanggilan mobilisasi wajib militer ke Ukraina, setelah sejumlah lansia dan orang sakit dipanggil bertugas


AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

21 jam lalu

AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

Amerika Serikat memperingatkan "konsekuensi bencana" jika Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina untuk pertahankan wilayah yang dicaplok