Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menteri Luar Negeri Amerika Temui Aktivis Peristiwa Tiananmen

image-gnews
Pengunjung berfoto di dekat Gerbang Tiananmen pada hari pertama libur Hari Buruh Internasional di Beijing, Cina 1 Mei 2020. Warga Cina menyerbu kawasan wisata yang telah kembali dibuka seteleh ditutup akibat wabah virus Corona pada peringatan Hari Buruh Internasional. REUTERS/Tingshu Wang
Pengunjung berfoto di dekat Gerbang Tiananmen pada hari pertama libur Hari Buruh Internasional di Beijing, Cina 1 Mei 2020. Warga Cina menyerbu kawasan wisata yang telah kembali dibuka seteleh ditutup akibat wabah virus Corona pada peringatan Hari Buruh Internasional. REUTERS/Tingshu Wang
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dua hari sebelum peringatan peristiwa Tiananmen pada malam ini, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menemui aktivis-aktivis peristiwa tersebut. Ironisnya, hal itu dilakukan tak lama setelah Presiden Donald Trump mendorong pengerahan militer untuk meredam unjuk rasa kematian George Floyd.

Dikutip dari South China Morning Post, Pompeo menemui empat aktivis dari peristiwa berdarah di tahun 1989 tersebut. Mereka adalah Wang Dan, Su Xiaokang, Liane Lee dan Henry Li. Adapun pertemuan digelar di kantor Pompeo.

"Kami berduka atas mereka yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Kami juga memberikan dukungan kepada warga Cina yang terus berupaya mewujudkan pemerintahan yang melindungi hak asasi manusia," ujar keterangan pers Kementerian Luar Negeri Amerika, dikutip dari South China Morning Post, Kamis, 4 Juni 2020.

Sebagai gambaran, Peristiwa Tianenmen terjadi 40 tahun lalu, di tahun 1989. Peristiwa tersebut dipicu perpecahan di dalam tubuh Partai Komunis Cina, antara mereka yang mendukung perubahan politik yang lebih bebas dengan mereka yang tetap menginginkan kontrol kuat dari negara.

Mayoritas warga Cina, saat itu, diketahui mendukung adanya keterbukaan politik yang lebih bebas. Oleh karenanya, untuk mendesak pemerintah agar berubah, mereka menggelar unjuk rasa di alun-alun Tiananmen. Jumlah demonstran diketahui mencapai satu juta orang saat itu.

Kelompok garis keras gerah dengan unjuk rasa yang terjadi. Apalagi, unjuk rasa digelar di alun-alun Tiananmen yang tak jauh dari makam Mau Zedong, pendiri Cina modern. Untuk meresponnya, darurat militer diberlakukan. Dari tanggal 3-4 Juni 1989, militer menyerbut Tiananmen, menyerang dan menangkap warga yang berunjuk rasa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tiga puluh satu tahun sejak peristiwa tersebut, masih banyak orang yang tidak diketahui keberadaannya. Kementerian Luar Negeri Amerika, dalam keterangan persnya, mendesak adanya pengusutan atas hal tersebut.

Menurut Wang Dan, yang hadir dalam pertemuan dengan Pompeo, diskusi mereka berlangsung selama 40 menit. Ia enggan mengungkapkan semua detilnya, namun menyampaikan bahwa tema diskusi mereka adalah soal bagaimana mewujudkan demokrasi di Cina. Wang, perlu diketahui, adalah salah satu aktivis buron dalam peristiwa Tiananmen.

"Kebanyakan kami yang berbicara dalam pertemuan tersebut. Kami menyarankan Amerika daripada menekankan dialog dengan Pemerintah Cina, lebih baik berdialog dengan warga. Ajarkan mereka soal fakta, kebenaran, tak terkecuali soal peristiwa 4 Juni," ujar Wang Dan.

Di Cina, saat ini, peringatan peristiwa Tiananmen masih dilarang. Hal serupa terjadi di negara-negara afiliasi Cina seperti Hong Kong. Taiwan juga mendesak Cina untuk mengakui peristiwa tersebut. 

ISTMAN MP | SOUTH CHINA MORNING POST

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Menteri Pertahanan Taiwan Pastikan Taipe Tak Mau Berperang dengan Cina

8 jam lalu

Penembak jitu angkatan bersenjata Taiwan mengambil posisi saat latihan pada bagian dari demonstrasi kepada media untuk menunjukkan kesiapan tempur menjelang liburan Tahun Baru Imlek, di pangkalan militer di Taitung, Taiwan 31 Januari 2024. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Menteri Pertahanan Taiwan Pastikan Taipe Tak Mau Berperang dengan Cina

Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo pada Senin, 17 Juni 2024, memastikan Taipe tidak mau berperang dengan Cina.


PM Cina Tiba di Australia, Kunjungi Panda di Kebun Binatang dan Makan Siang di Kilang Anggur

1 hari lalu

Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang (kanan) menyambut Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong (kiri) di Bandara Adelaide pada 15 Juni 2024 di Adelaide, Australia. Asanka Ratnayake/Kolam renang melalui REUTERS
PM Cina Tiba di Australia, Kunjungi Panda di Kebun Binatang dan Makan Siang di Kilang Anggur

Perdana Menteri Cina Li Qiang tiba di Adelaide, Australia, pada Sabtu malam untuk melakukan kunjungan resmi ke negara tersebut.


Pemerintah Klaim UEA dan Cina Siap Investasi di IKN

2 hari lalu

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai meninjau lokasi Upacara HUT ke-79 RI di IKN, Kalimantan Timur, Rabu 5 Juni 2024. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Pemerintah Klaim UEA dan Cina Siap Investasi di IKN

Otorita Ibu Kota Negara atau OIKN Nusantara mengklaim UEA dan Cina siap berinvestasi di sektor energi dan perumahan IKN.


Luhut Bertemu Menlu Cina Bahas Stabilitas Hubungan Dua Negara

3 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Riri Rahayu
Luhut Bertemu Menlu Cina Bahas Stabilitas Hubungan Dua Negara

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi membahas stabilitas hubungan Indonesia-Cina.


Ramai Dikunjungi, Tempat Wisata Situs Warisan Dunia di Cina Pasang Timer di Toilet

4 hari lalu

Yungang Grottoes atau - Gua Buddha Yungang, Cina (whc.unesco.org)
Ramai Dikunjungi, Tempat Wisata Situs Warisan Dunia di Cina Pasang Timer di Toilet

Pengatur waktu ini bukan untuk mengontrol durasi pengunjung dalam menggunakan toilet di situs bersejarah Cina itu.


Dinilai Berkontribusi Besar dalam Hubungan RI-Cina, Luhut Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Tsinghua University

4 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) menerima gelar Honorary Professor (Profesor Kehormatan) dari Tsinghua University di Beijing, China, Kamis, 13 Juni 2024. (ANTARA/HO-Kemenko Marves)
Dinilai Berkontribusi Besar dalam Hubungan RI-Cina, Luhut Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Tsinghua University

Luhut dianugerahi gelar Profesor Kehormatan dari Tsinghua University atas kontribusinya dalam hubungan persahabatan antara Indonesia-Cina.


Mengenal Temu, Aplikasi Asal Cina yang Bikin Pemerintah Khawatir

4 hari lalu

Aplikasi Temu. Tempo/Fardi Bestari
Mengenal Temu, Aplikasi Asal Cina yang Bikin Pemerintah Khawatir

Pemerintah melihat kehadiran aplikasi asal Cina, Temu, sebagai ancaman serius karena dinilai mempunyai potensi mengganggu pasar dan pelaku UMKM


Biden Hadiri KTT G7, Rencana Bahas Ukraina hingga Perdagangan dengan Cina

4 hari lalu

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berjabat tangan selama acara dengan para pemimpin G7 untuk mengumumkan Deklarasi Bersama Dukungan untuk Ukraina, saat KTT NATO diadakan di Vilnius, Lituania 12 Juli 2023. REUTERS/Kacper Pempel
Biden Hadiri KTT G7, Rencana Bahas Ukraina hingga Perdagangan dengan Cina

Presiden AS Joe Biden akan membahas berbagai tantangan global bersama negara-negara sekutunya di KTT G7 pada 13 - 15 Juni 2024 di Italia.


Polisi Cina Tangkap Penikam Empat Warga Amerika Serikat

5 hari lalu

Ilustrasi begal / penyerangan dengan senjata tajam pisau / klitih / perampokan. Shutterstock
Polisi Cina Tangkap Penikam Empat Warga Amerika Serikat

Kepolisian di Provinsi Jilin, Cina telah menangkap seseorang yang diduga menikam empat orang Amerika Serikat dan satu warga negara Cina dengan pisau


4 Tenaga Pendidik Amerika Serikat Ditikam di Cina

6 hari lalu

Ilustrasi Penusukan. shutterstock.com
4 Tenaga Pendidik Amerika Serikat Ditikam di Cina

Empat tenaga pendidik Amerika Serikat sedang menjalani program kemitraan dengan universitas Cina ketika ditikam oleh seorang pria di Taman Beishan, Cina.