Trump Bakal Tarik Amerika Keluar dari Perjanjian Open Skies

Reporter

Editor

Budi Riza

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump bertemu selama pertemuan bilateral di KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 28 Juni 2019. Trump dan Putin sedang menuju ke pertemuan di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang. [REUTERS / Kevin Lamarque]

TEMPO.COWashington – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bakal menarik diri dari perjanjian internasional 35 negara mengenai Open Skies.

Perjanjian ini mengizinkan negara anggota untuk melakukan penerbangan pemantauan  di atas negara lain.

Ini merupakan langkah terbaru dari AS untuk menarik diri dari perjanjian besar global.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Rusia telah melanggar ketentuan dalam perjanjian ini.

Seorang pejabat tinggi AS mengatakan penarikan diri ini akan berlangsung secara formal selama enam bulan.

Trump membuka kesempatan Rusia bakal mematuhi perjanjian Open Skies.

“Saya kira kita punya hubungan sangat bagus dengan Rusia. Tapi Rusia tidak mengikuti ketentuan perjanjian ini. Jadi, sampai mereka mengikuti ketentuannya, kita akan keluar,” kata Trump kepada media seperti dilansir Reuters pada Kamis, 21 Mei 2020.

Keputusan Trump ini menimbulkan keraguan apakah Washington bakal mencoba memperpanjang Kesepakatan New START 2010.

Perjanjian ini merupakan batas terakhir bagi kedua negara soal pengerahan senjata nuklir untuk tidak lebih dari 1.550 bagi masing-masing. Kesepakatan ini bakal berakhir pada Februari 2021.

Trump telah meminta Cina ikut dalam perjanjian nuklir dengan Rusia ini dengan membuat kesepakatan New Start baru.

Saat ini, Cina diperkirakan memiliki sekitar 300 senjata nuklir. Namun, Beijing berulang kali menolak proposal Trump ini.

Penasehat keamanan nasional Gedung Putih, Amerika Serikat, Robert O’Brien, mengatakan dia tidak melihat AS bakal meninggalkan kesepakatan New START.






Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

10 menit lalu

Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

Tokyo mengajukan protes keras dan akan melakukan pembalasan karena diplomatnya diusir Rusia karena dianggap mata-mata


Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

40 menit lalu

Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

Pemerintah Rusia mengusir Konjen Jepang di Vladivostok, Motoki Tatsunori atas tuduhan spionase


Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

1 jam lalu

Putin Beri Kewarganegaraan Rusia pada Edward Snowden

Putin, mantan kepala mata-mata Rusia, mengatakan pada 2017 bahwa Edward Snowden salah karena membocorkan rahasia AS


Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

1 jam lalu

Pipa Gas Rusia Nord Stream 2 Bocor di Baltik

Pemerintah Denmark meminta kapal menghindari radius lima mil laut dari pulau Bornholm setelah terjadi kebocoran gas dari pipa Nord Stream 2 Rusia


Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

2 jam lalu

Pidato di Sidang Umum PBB, Retno Marsudi Menyerukan Kerja Sama Global

Mewakili Presiden Joko Widodo di Sidang Umum PBB, Menlu Retno menyoroti perlunya kerja sama global di tengah ketegangan geopolitik dan ancaman krisis ekonomi.


Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

3 jam lalu

Volodymyr Zelensky Percaya Putin Serius soal Senjata Nuklir

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meyakini bahwa Presiden Vladimir Putin bersungguh-sungguh mengenai penggunaan senjata nuklir dalam perang Ukraina untuk membela Rusia.


Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

4 jam lalu

Minyak Rusia Diprediksi Beralih ke Asia dan Timur Tengah

Perang Rusia-Ukraina telah membuat keamanan energi menjadi masalah utama bagi pemerintah saat mereka bergulat dengan inflasi serta larangan minyak Rusia ke Eropa.


Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

5 jam lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

16 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

18 jam lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.