Paus Fransiskus Puji Peran Tenaga Medis di Pandemi Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus membacakan pesan

    Paus Fransiskus membacakan pesan "Urbi et Orbi" ("To the City and the World") saat malam misa paskah di tengah pendemik virus corona di St. Peter's Basilica, 12 April 2020. Vatican Media/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus memuji peran tenaga medis dan perawat di kala pandemi virus Corona. Menurut dia, pandemi yang terjadi telah menunjukkan betapa vitalnya peran mereka.

    "Tiap harinya kami mendapatkan berbagai testimoni soal keberanian dan pengorbanan petugas medis, terutama perawat, yang dengan sepenuh hati dan tanggung jawab menolong mereka yang terdampak virus Corona. Hal itu mereka lakukan meski nyawa ancamannya," ujar Paus Fransiskus saat membacakan pesan perayaan Hari Perawat Internasional, dikutip dari Reuters, Selasa, 12 Mei 2020.

    Paus Fransiskus melanjutkan bahwa pemerintah negara manapun, mulai sekarang, harus mulai memperhatikan kesejahteraan petugas medis. Menurutnya, perjuangan para petugas medis selama pandemi virus Corona harus dihargai, tak bisa diabaikan. Misalnya, menjamin mereka mendapatkan penghidupan dan lingkungan kerja yang layak.

    Selain kesejahteraan petugas medis, Paus Fransiskus juga mengimbau pemerintah berbagai negara untuk mulai berinvestasi dalam pelayanan kesehatan. Belajar dari kasus pandemi virus Corona, menurut Paus Fransiskus, masih banyak negara yang abai terhadap pelayanan kesehatan publik. Akibatnya, kata Paus Fransiskus, berbagai negara menanggung beban berat saat virus Corona menyerang.

    "Perkuat sistemnya dan pekerjakan petugas medis dalam jumlah yang lebih besar. Hal itu untuk memastikan publik mendapat bantuan yang cukup dan pantas (di situasi darurat)," ujar Paus Fransiskus mengakhiri.

    Hingga berita ini ditulis, total jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di dunia sudah mencapai 4.269.200. Untuk jumlah korban meninggal, mencapai 287.504 orang.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.