Arab Saudi Tutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Selama Ramadan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susana Masjidil Haram yang kosong setelah pemerintah Arab Saudi menunda umrah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Mekah, Arab Saudi, 6 Maret 2020. REUTERS/Ganoo Essa

    Susana Masjidil Haram yang kosong setelah pemerintah Arab Saudi menunda umrah untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Mekah, Arab Saudi, 6 Maret 2020. REUTERS/Ganoo Essa

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi menangguhkan salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan Ramadan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

    Hal ini disampaikan Ketua Urusan Dua Masjid Suci pada Senin di Twitter, menurut laporan Reuters, 21 April 2020.

    Kedua masjid, yang menjadi tempat paling suci bagi umat Islam, akan tetap menggelar salat Tarawih tetapi tanpa jamaah sebagai tindakan pencegahan dan untuk meningkatkan operasi desinfeksi.

    Ketua Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Dr. Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, mengatakan dalam tweet bahwa Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi akan menyiarkan azan sepanjang bulan Ramadan tetapi akan tetap tertutup bagi para jamaah, menurut laporan Arab News.

    Pihak berwenang bulan lalu mulai mengintensifkan tindakan pencegahan anti-virus Corona dan meningkatkan koordinasi antara semua pihak yang peduli dengan keselamatan para jamaah.

    Menteri Kesehatan Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah mengatakan pada hari Senin jumlah kasus virus Corona di Kerajaan telah melampaui 10.000 kasus.

    Al-Rabiah telah memperingatkan lonjakan jumlah kasus dua minggu lalu. Dia mengatakan bahwa peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Kerajaan adalah hasil dari pengujian aktif.

    Petugas menggunakan masker saat membersihkan lantai Masjidil Haram setelah mewabahnya virus corona di Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penyebaran virus corona. REUTERS/Ganoo Essa

    Juru bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly, mengatakan kepada konferensi pers harian bahwa 1.122 kasus baru dilaporkan di seluruh Kerajaan pada hari Senin.

    Dia mengatakan dari total kasus baru, 874 terdeteksi dari hasil pengujian aktif yang dilakukan di distrik padat penduduk dan daerah berisiko tinggi lainnya.

    "Ini membuat 80 persen dari kasus yang baru dicatat di Kerajaan," kata Al-Aly.

    Al-Aly mengatakan bahwa 27 persen dari kasus adalah warga Saudi dan 73 persen sisanya adalah ekspatriat.

    Jumlah total kasus COVID-19 di Kerajaan telah mencapai 10.484. Dari total kasus, 8.891 sedang dalam perawatan dan 88 di antaranya dalam kondisi kritis.

    Al-Aly mengatakan bahwa 92 pasien telah sembuh, menjadikan total pasien sembuh menjadi 1.490 sementara enam kematian baru telah dilaporkan, meningkatkan angka kematian menjadi 103.

    Menjelang bulan Ramadan, Al-Rabiah mendesak warga dan penduduk untuk mematuhi aturan untuk membantu menahan penyebaran virus Corona.

    Syekh Mufti Besar Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Sheikh pada hari Jumat juga menyarankan orang untuk melakukan salat Tarawih dan salat Ied di rumah sebagai tindakan pencegahan untuk membantu pihak berwenang memerangi pandemi virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.