Pangeran Charles Positif Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Charles Inggris (kiri) disambut dengan salam 'namaste' oleh Patricia Janet Scotland, Baroness Scotland of Asthal di London, Inggris, Senin, 9 Maret 2020. Sejumlah pejabat mulai mengganti kebiasaan berjabat tangan dengan cara menyapa lainnya untuk mengurangi penyebaran penyakit terutama virus corona. Aaron Chown/Pool via REUTERS

    Pangeran Charles Inggris (kiri) disambut dengan salam 'namaste' oleh Patricia Janet Scotland, Baroness Scotland of Asthal di London, Inggris, Senin, 9 Maret 2020. Sejumlah pejabat mulai mengganti kebiasaan berjabat tangan dengan cara menyapa lainnya untuk mengurangi penyebaran penyakit terutama virus corona. Aaron Chown/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kediaman bangsawan Inggris Clarence House mengkonfirmasi Pangeran Charles telah dinyatakan positif virus Corona pada Rabu pagi.

    Pangeran berusia 71 tahun tersebut dilaporkan telah menunjukkan gejala ringan tetapi masih dalam kondisi sehat, menurut laporan Sky News, 25 Maret 2020.

    "Pangeran Wales dinyatakan positif mengidap virus Corona," kata pernyataan Clarence House.

    Pangeran Charles juga telah mengisolasi diri di Skotlandia dengan Duchess of Cornwall, Camilla, yang telah dites negatif virus Corona.

    "Dia telah menunjukkan gejala-gejala ringan tetapi sebaliknya tetap dalam kondisi sehat dan telah bekerja dari rumah selama beberapa hari terakhir seperti biasa.

    "Duchess of Cornwall juga telah diuji tetapi tidak memiliki virus. Sesuai dengan saran pemerintah dan medis, Pangeran dan Putri sekarang mengasingkan diri di rumah di Skotlandia.

    Menurut pernyataan Clarence House, tes Pangeran Charles dilakukan oleh NHS di Aberdeenshire di mana mereka memenuhi kriteria yang diperlukan untuk pengujian.

    "Tidak mungkin untuk memastikan dari siapa Pangeran Charles menangkap virus karena banyaknya keterlibatan yang dia lakukan dalam peran publiknya selama beberapa minggu terakhir," lanjut pernyataan tersebut.

    Pengunjung mendorong troli yang penuh dengan barang di supermarket Sainsburys di tengah penyebaran virus Corona di Watford, Inggris, 19 Maret 2020. REUTERS/Paul Childs

    Inggris telah mengalami lonjakan kematian harian virus Corona dengan 87 kematian termasuk 21 korban meninggal di salah satu rumah sakit London, menurut The Guardian.

    Menurut data John Hopkins University yang diperbarui 25 Maret 2020 pukul 5.22 PM, total 8.167 kasus virus Corona di Inggris dengan 422 kematian. Sementara 135 pasien COVID-19 dinyatalan pulih.

    Inggris, seperti Amerika Serikat, mengubah taktik setelah para pemimpinnya mendapat kecaman keras karena pada awalnya gagal melakukan pengujian virus dan kecilnya respons awal mereka terhadap wabah.

    Kini Inggris berencana untuk menguji 25.000 pasien rumah sakit per hari, dan Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan pada hari Senin bahwa pemerintah akan membeli jutaan alat uji virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.