Gantikan Cina, Italia Alami Dampak Terburuk Akibat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan peti mati orang yang meninggal karena virus corona atau COVID-19 menumpuk di krematorium kota Serravalle Scrivia di Alessandria, Italia, 23 Maret 2020. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    Puluhan peti mati orang yang meninggal karena virus corona atau COVID-19 menumpuk di krematorium kota Serravalle Scrivia di Alessandria, Italia, 23 Maret 2020. REUTERS/Flavio Lo Scalzo

    TEMPO.CO, Jakarta - Gantikan posisi Cina, Italia kini jadi negara yang paling parah dampak virus Corona di dunia.

    Penyebabnya adalah jumlah kematian 6.077 orang akibat terinfeksi virus Corona dalam kurun waktu sebulan sejak Italia melaporkan kasus infeksi pertamanya. Jumlah kematian ini mendekat dua kali lipat dari jumlah kematian di Cina.

    Adapun jumlah kasus infeksi virus Corona, menurut lembaga Badan Perlindungan Warga Sipil, kemungkinan 10 kali lipat dari jumlah resmi yakni mendekati 64 ribu kasus. Itu artinya ada sekitar 640 ribu orang yang terinfeksi virus itu di Italia.

    "Rasio satu kasus tersertifikasi dari setiap 10 adalah kredibel," kata Angelo Borelli, Kepala Badan Perlindungan Sipil kepada harian La Repubblica dan Reuters.

    Menurut Borelli, Italia menghadapi masalah terbesar sehubungan dengan serangan virus Corona, yakni kekurangan masker dan ventilator.

    Italia berusaha mengimpornya,tapi Borelli mengatakan negara seperti India, Rumania, Rusia, dan Turki telah menghentikan penjualan semacam itu, Kami menghubungi kedutaan-kedutaan, tapi saya khawatir masker tidak ada lagi datang dari luar negeri," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.