Dua Penduduk Gaza Tertular Corona, Ini Langkah Hamas dan Israel

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyemprotan disinfektan di jalur Gaza setelah otoritas Palestina melaporkan kasus virus Corona yang pertama. [THE EAGLE]

    Penyemprotan disinfektan di jalur Gaza setelah otoritas Palestina melaporkan kasus virus Corona yang pertama. [THE EAGLE]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan dua penduduk Gaza positif tertular virus Corona sekembalinya dari Pakistan. Ini merupakan kasus pertama virus Corona di Gaza. 

    Hasil tes kesehatan menyebutkan dua penduduk Gaza positif tertular Corona setelah kembali dari Pakistan melalui perbatasan Rafah yang bertetangga dengan wilayah Mesir pada Kamis lalu, 19 Maret 2020.

    Wakil Menteri Kesehatan Palestina Youssef Abulreesh melaporkan tentang temuan 2 penduduk Gaza positif tertular virus Corona dua hari kemudian, tepatnya Sabtu malam.

    Keduanya kini telah menjalani karantina di satu rumah sakit di kota Rafah, di selatan Jaur Gaza, mengutip laporan Al Jazeera.

    Laporan the Eagle.com menyebutkan, lebih dari 1.270 orang dikarantina di beberapa rumah sakit, hotel, dan sekolah. Ini terjadi lantaran perbatasan Gaza dari Israel dan Mesir saat itu dibuka. Ini perbatasan padat penduduk karena pintu perlintasan ke luar masuk Gaza. 

    Untuk memutus rantai penularan Corona, Abulreesh mendesak warga Gaza dengan populasi hampir 2 juta jiwa itu untuk mengambil langkah pencegahan dan menjaga jarak atau social distancing dengan tinggal di rumah.

    Hamas sebagai otoritas di Gaza baru Sabtu kemarin memutuskan untuk menutup restoran, kafe, tempat resepsi, dan pedagang kaki lima. Salat Jumat di masjid pun telah ditunda hingga menunggu pemberitahuan selanjutnya.

    Hingga saat ini belum ada laporan tentang kematian akibat infeksi Corona di Gaza.

    Unit militer Israel, Koordinasi Aktivitas Pemerintah di Teritori atau COGAT, yang bertanggung jawab pada urusan warga sipil di wilayah pendudukan mengumumkan penutupan semua lintasan yang menghubungkan Israel dari Gaza dan Tepi Barat sejak hari Minggu, 22 Maret 2020.

    "Pedagang, pekerja dan pemegang izin lainnya tidak akan diperbolehkan untuk masuk melintas hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata COGAT melalui Twitter.

    COGAT memberikan perkecualian untuk perawat dan pekerja kesehatan dan kasus-kasus medis lainnya.

    Palestina menilai keputusan COGAT sulit direalisasikan karena izin menyeberang sesungguhnya sulit diperoleh karena setiap permohonan disertai dengan proses logistik yang panjang dan biasanya dengan dalih izin keamanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.