27 Warga Iran Keracunan Alkohol Tewas, Mengira Obat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota tim medis yang mengenakan masker wajah menyemprotkan cairan desinfektan untuk membersihkan halte bus di tengah penyebaran wabah virus Corona, di Teheran, Iran 5 Maret 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    Seorang anggota tim medis yang mengenakan masker wajah menyemprotkan cairan desinfektan untuk membersihkan halte bus di tengah penyebaran wabah virus Corona, di Teheran, Iran 5 Maret 2020. [WANA (Kantor Berita Asia Barat) / Nazanin Tabatabaee via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 27 warga Iran keracunan alkohol tewas karena mengira minum alkohol sebagai obat agar tidak tertular virus Corona.

    Sebanyak 218 orang dirawat di rumah sakit Ilmu Kedokteran Universitas Ahwaza akibat meminum alkohol beracun. Mereka berasal dari provinsi Khuzestan dan Alboiz.

    "Beberapa warga Ahwaz mendengar bahwa meminum alkohol dapat membantu mereka melawan virus Corona, mereka menggunakan itu sebagai langkah pencegahan," kata Ali Ehsanpour, juru bicara Ilmu Kedokteran Rumah Sakit Ahwaz, sebagaimana dilaporkan Mehr News Agency .

    Menurut Ehsanpour, beberapa warga yang dirawat dalam kondisi kritis bahkan satu korban mengalami kebutaan.

    Wabah virus Corona yang menyerang Iran, membuat rumor dan pengobatan tak ilmiah untuk melawan virus bertebaran di media sosial. Dan salah satunya adalah meminum alkohol.

    Berhubung minuman alkohol dilarang di Iran, orang-orang membeli alkohol untuk sanitasi di pasar dan kemudian mengkonsumsinya.

    Hingga Senin lalu menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, sebanyak 7.161 orang tertular virus Corona dan 237 orang tewas. Sedangkan sebanyak 2.394 mengalami kesembuhan.

    Laporan ABC News mengatakan, Iran menghadapi sejumlah masalah berat untuk mengendalikan penyebaran virus Corona termasuk mengatasi kekurangan alat sanitasi dan pencegahan terutama untuk paramedis. Iran terkena sanksi internasional dan salah urus telah melumpuhkan sistem kesehatan negara itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.