Lawan Virus Corona, Arab Saudi Minta Warga di Luar Negeri Pulang

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggunakan masker saat membersihkan lantai Masjidil Haram setelah mewabahnya virus corona di Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penyebaran virus corona. REUTERS/Ganoo Essa

    Petugas menggunakan masker saat membersihkan lantai Masjidil Haram setelah mewabahnya virus corona di Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, sempat ditutup untuk dilakukan sterilisasi guna mencegah penyebaran virus corona. REUTERS/Ganoo Essa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi memberi waktu 3 x 24 jam kepada warga mereka yang berada di luar negeri untuk segera pulang, terutama yang akan mengambil jalur via Abu Dhabi,  Bahrain, dan Dubai. Sebab, dalam waktu dekat, pembatasan akses masuk akan diperketat sebagai bagian dari pengendalian virus Corona (COVID-19).

    "Warga Arab Saudi bisa mengambil penerbangan Saudia dari airport Dubai untuk tiga hari ke depan," ujar Konsulat Arab Saudi sebagaimana dikutip dari Arab News, Selasa, 10 Maret 2020.

    Apabila ingin masuk ke Arab Saudi lewat Abu Dhabi maupun Bahrain, pemerintah Arab Saudi menyarankan warganya untuk mengambil penerbangan Gulf Air. Sementara itu, jika ingin mengambil jalur darat, maka perbatasan yang bisa diakses adalah Al-Batha, jika datang dari Abu Dhabi, dan King Fahd Bridge, jika datang dari Bahrain.

    Apabila warga yang ingin kembali sudah terlanjur membeli tiket di luar tanggal 10, 11, dan 12 Maret, pemerintah Arab Saudi menyampaikan bahwa tiket itu boleh ditukar. Dengan begitu, kepulangan bisa dilakukan sesuai tenggat yang ditetapkan.

    "Penjadwalan ulang akan bebas dari biaya," ujar konsulat Arab Saudi menambahkan.

    Pembatasan akses masuk, sesungguhnya, sudah dimulai pemerintah Arab Saudi sejak beberapa hari yang lalu. Misalnya, untuk mereka yang akan masuk ke Arab Saudi dari negara-negara teluk, hanya bisa diterima lewat King Khalid International Airport di Riyadh, King Abdulaziz International Airport di Jeddah, dan King Fahd International Airport di Dammam.

    Mengutip South China Morning Post, tercatat sudah ada 15 kasus virus Corona (COVID-19) di Arab Saudi. Sementara itu, negara-negara sekitar Saudi seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar tercatat memiliki 59, 87, dan 15 kasus virus Corona. Belum ada korban meninggal sejauh ini.

    ISTMAN MP | ARAB NEWS  | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.