Warga Amerika Tertular Virus Corona Tanpa Pernah ke Cina

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang AS di atas kapal pesiar Diamond Princess, yang telah memilih untuk pergi, terlihat dalam pesawat evakuasi carteran untuk terbang kembali ke Amerika Serikat, di bandara Haneda di Jepang 17 Februari 2020. Dua penerbangan charter yang dioperasikan oleh Kalitta Air membawa beberapa ratus penumpang Amerika dari kapal berangkat dari Bandara Haneda pada Senin pagi. [Philip dan Gay Courter / via REUTERS]

    Penumpang AS di atas kapal pesiar Diamond Princess, yang telah memilih untuk pergi, terlihat dalam pesawat evakuasi carteran untuk terbang kembali ke Amerika Serikat, di bandara Haneda di Jepang 17 Februari 2020. Dua penerbangan charter yang dioperasikan oleh Kalitta Air membawa beberapa ratus penumpang Amerika dari kapal berangkat dari Bandara Haneda pada Senin pagi. [Philip dan Gay Courter / via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran virus Corona diyakini telah memasuki fase baru. Di Amerika, seorang warga tertular virus Corona tanpa pernah berpergian ke Cina ataupun melakukan kontak dengan salah satu pasiennya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa virus Corona lebih mudah menyebar sekarang.

    "Hal tersebut bisa menandakan community spread (penyebaran secara bebas) untuk COVID-19 (virus Corona). Itu merupakan kasus pertama di Amerika," menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) sebagaimana dikutip dari Washington Post, Kamis, 27 Februari 2020.

    Hingga berita ini ditulis, CDC masih mencoba memastikan apakah benar warga dari California Utara tersebut tidak pernah melakukan kontak sama sekali dengan pasien virus Corona. Jika memang benar, menurut CDC, maka hal itu menjadi skenario buruk dalam upaya penanganan virus Corona.

    Selama ini, 59 dari 60 kasus virus Corona di Amerika adalah mereka yang pernah melakukan kontak dengan sesama pasien ataupun pernah berpergian ke negara terdampak seperti Cina. Bahkan, 42 di antaranya adalah mereka yang terjebak di Diamond Princess, kapal pesiar yang tertahan di Jepang karena membawa pasien virus Corona.

    Penyebaran secara bebas, di mata CDC, menandakan bahwa kasus virus Corona bisa jadi lebih banyak dari apa yang sudah tercatat. Sebab, tak bisa lagi seseorang menjadi terduga virus Corona hanya berdasarkan symptom dan rekam jejak perjalanannya.

    "Kasus terbaru ini pun terdeteksi oleh seorang petugas klinik yang secara akurat menyadari bahwa pasien telah tertular virus Corona," ujar CDC dalam keterangan persnya.

    Ahli epidemi dari Johns Hopkins Center for Health Security, Jennifer Nuzzo, menyatakan hal senada. Ia menyakini bahwa jumlah pasien virus Corona di Amerika sesungguhnya lebih banyak dari apa yang tercatat karena faktor community spread. Ia menyarankan CDC dan pemerintah Amerika untuk meningkatkan pengawasan dan sistem deteksi.

    "Virus Corona bisa jadi sudah tersebar luas tanpa terdeteksi. Pengawasan perlu segera ditingkatkan," ujarnya menegaskan.

    ISTMAN MP | WASHINGTON POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.