Wan Azizah Ditunjuk sebagai Perdana Menteri Interim Malaysia?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menjenguk Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, yang tengah dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi di Cheras, Kuala Lumpur, Sabtu sore 12 Mei 2018. Presiden PKR, Wan Azizah Wan Ismail, yang merupakan istri Anwar, turut hadir dalam pertemuan ini. Facebook.com/Bebas Anwar

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menjenguk Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, yang tengah dirawat di Rumah Sakit Rehabilitasi di Cheras, Kuala Lumpur, Sabtu sore 12 Mei 2018. Presiden PKR, Wan Azizah Wan Ismail, yang merupakan istri Anwar, turut hadir dalam pertemuan ini. Facebook.com/Bebas Anwar

    TEMPO.COKuala Lumpur – Deputi Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, bisa menjadi pengganti PM Mahathir Mohamad, yang mengajukan pengunduran diri dari jabatannya pada siang tadi.

    Media Malay Mail melansir Mahathir telah menunjuk Wan Azizah sebagai PM interim setelah Partai Pribumi Bersatu Malaysia, yang dipimpin Mahathir, justru memilih keluar dari koalisi Pakatan Harapan, yang menyokong pemerintahan saat ini.

    “Wan Azizah menjadi Perdana Menteri interim saat ini,” kata seorang petinggi Partai Keadilan Rakyat, yang merupakan salah satu partai anggota koalisi Pakatan Harapan, seperti dilansir Malay Mail pada Senin, 24 Februari 2020.

    Pakatan Harapan merupakan koalisi partai yang dipimpin Mahathir dan memenangkan pemilu Malaysia pada Mei 2018. Koalisi ini menggantikan koalisi Barisan Nasional, yang dimotori UMNO dan mengusung calon inkumben PM Najib Razak.

    Pakatan Harapan sebenarnya memiliki konsensus internal soal pembagian jabatan politik yang menyiapkan Anwar Ibrahim, yang merupakan Presiden PKR, untuk menggantikan Mahathir sebagai PM di tengah jalan.

    Anwar pernah menjabat sebagai deputi saat Mahathir menjabat sebagai PM pada era 90an. Sedangkan Wan Azizah, yang menjadi deputi PM saat ini, merupakan istri dari Anwar Ibrahim.

    Anwar Ibrahim menyebut ada pengkhianatan politik terhadap dirinya dari mitra koalisi di Pakatan Harapan.

    Secara terpisah, Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia, yang didirikan Mahathir, Muhyiddin Yassin, mengatakan partai memutuskan meninggalkan koalisi pemerintahan setelah pertemuan para senior partai kemarin. “Kepemimpinan PPBM memutuskan untuk meninggalkan Pakatan Harapan dalam pertemuan istimewa pada 23 Februari 2020,” kata Muhyiddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.