Karyawan Samsung di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemilik toko mengenakan masker untuk mencegah tertular virus Corona, ketika menunggu seorang pelanggan di jalan perbelanjaan Dongseong-ro di pusat Daegu, Korea Selatan 21 Februari 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    Para pemilik toko mengenakan masker untuk mencegah tertular virus Corona, ketika menunggu seorang pelanggan di jalan perbelanjaan Dongseong-ro di pusat Daegu, Korea Selatan 21 Februari 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    TEMPO.CO, Jakarta - Samsung Elektronik, perusahaan raksasa telepon seluler dunia, mengatakan seorang karyawannya yang bekerja di pabrik pembuatan telepon seluler di kota Gumi telah terinfeksi virus Corona.

    Samsung telah menutup ruangan di mana karyawan itu bekerja dan terinfeksi virus Corona sejak Sabtu hingga Senin pagi.

    "Perusahaan telah menempatkan para rekan yang melakukan kontak dengan pekerja yang terinfeksi untuk melakukan karantina sendiri dan melakukan pemeriksaan tentang kemungkinan terinfeksi," kata Samsung dalam pernyataan persnya Sabtu, 22 Februari 2020 sebagaimana dilaporkan Reuters.

    Kota Gumi berdekatan dengan kota Daegu, daerah yang paling banyak ditemukan kasus terinfeksi virus Corona. Gereja yang umatnya paling banyak terjangkit virus mematikan ini juga berlokasi di Daegu.

    Pabrik Samsung di Gumi disebut hanya pabrik berukuran kecil yang memproduksi telepon seluler untuk pasar dalam negeri Korea Selatan. Sebagian besar pabrik pembuatan telepon seluler Samsung berlokasi di Vietnam dan India.

    Dengan temuan satu karyawan terinfeksi virus Corona, Samsung mengatakan produksi pabrik untuk perangkat lainnya di Korea Selatan tidak akan terganggu.

    Wabah virus Corona di Korea Selatan telah merengut dua nyawa manusia. Jumlah orang yang terinfeksi dalam hitungan 3 hari bertambah dua kali lipat. Saat ini jumlahnya menjadi 433 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.