Cegah Wabah Virus Corona, PBB Diminta Abaikan Sanksi ke Pyongyang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi makam ayah dan mantan pemimpin Kim Jong-il.[REUTERS]

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi makam ayah dan mantan pemimpin Kim Jong-il.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Internasional dan Masyarakat Bulan Sabit Merah meminta Dewan Keamanan PBB mengabaikan sanksi terhadap Pyongyang demi membantu pencegahan wabah virus Corona di Korea Utara.

    Organisasi kemanusiaan terbesar di dunia mengajukan permohonan itu pada hari Kmais, 20 Februari 2020 sebagaimana disampaikan pemantau tetap Palang Merah Internasional di PBB, Richard Blewitt.

    PBB dijadwalkan akan memberikan keputusan pada Rabu pekan depan, sebagaimana dilaporkan The Korea Herald, 

    Palang Merah dan Kementerian Kesehatan Korea Utara membutuhkan peralatan seperti baju pelindung, kacamata, alat tes dan termometer untuk mempersiapkan kemungkinan terjadi wabah di negara yang terisolasi itu.

    Pyongyang sejauh ini belum melaporkan kasus virus Corona di Korea Utara. Sementara lebih dari 2 ribu orang tewas akibat terjangkit virus Corona di negara tetangganya, Cina.

    Sejauh ini laporan media pemerintah Korea Utara menyebut jumlah orang yang telah dikarantina setelah menunjukkan gejala-gejala seperti diserang virus Corona.

    Para ahli memperingatkan bahwa jika virus Corona menyebar di Korea Utara, maka sistem kesehatan negara itu tidak akan mampu mengatasinya karena ketiadaan suplai peralatan medis yang selayaknya. Begitu juga personil dan infrastrukturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.