Virus Corona di Korea Selatan, 1 Meninggal dan 22 Kasus Baru

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona. Sumber: wikipedia.org

    Ilustrasi virus corona. Sumber: wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan pada Kamis, 20 Februari 2020, melaporkan kasus pertama kematian akibat virus corona di negara itu. Negeri Ginseng itu juga melaporkan ada 22 kasus baru pasien yang terjangkit virus corona sehingga total ada 104 pasien yang dirawat karena virus mematikan tersebut. 

    Badan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan di Korea Selatan menjelaskan penyebab pasti satu pasien yang meninggal karena virus corona itu akan diselidiki lebih lanjut. Sebagian besar kasus baru pasien yang terjangkit virus corona berasal dari Kota Daegu atau persisnya ketika seorang perempuan, 61 tahun, yang tanpa diketahui sudah terinfeksi virus corona datang ke sebuah layanan gereja Yesus Shincheonji, lalu dia ke rumah sakit dan tes menunjukkan dia positif terkena virus corona.   

    "Kami berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kwon Young-jin, walikota Daegu kepada wartawan. Kwon pun mendesak warganya untuk tetap di dalam rumah setelah adanya temuan beberapa kasus baru di wilayah Daegu.

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan Kim Kang-lip mengatakan situasi sangat parah tengha terjadi di negaranya. Hal ini diperkuat dengan bertambahnya kasus akibat virus COVID-19 mematikan yang melanda Korea Selatan.  

    Korea Selatan mengalami kekhawartiran hebat akan wabah virus Corona (COVID-19) setelah adanya penelitian yang menunjukkan jika wabah mematikan ini lebih cepat menular daripada yang diperkirakan. Kekhawatiran semakin menjadi setelah dua penumpang di Kapal Pesiar Diamond Princess ditemukan meninggal dunia karena virus corona. 

    Sebelumnya Cina melaporkan penurunan yang signifikan dalam kasus-kasus baru virus Corona, tetapi data itu mengalami perubahan akibat kesalahan cara mendiagnosis sehingga data yang muncul tidak bisa meredam kekhawatiran warga terhadap penyebarannya. 

    Virus corona muncul di kota Wuhan di Cina pada akhir tahun 2019 lalu dan sekarang telah menginfeksi sekitar 75.000 orang dan menewaskan 2.100 orang. Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di Cina, terutama Provinsi Hubei, tetapi penyebaran virus secara global tampaknya tak terhindarkan.

    SAFIRA ANDINI | Reuters | channelnewsasia.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.