Geger Penyanderaan Puluhan Anak di Ruang Basement

Pesta ulang tahun berubah menjadi horor saat pria bersenjata menyandera 23 anak di ruang basement selama 9 jam di sebuah desa di India. Sumber: Reuters / ANI/rt.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah perayaan ulang tahun berubah menjadi mimpi buruk, ketika seorang terdakwa pembunuhan di India, Subhash Batham, melakukan penyanderaan pada selusin anak-anak.

Dalam aksi penyanderaan ini, dia adu argumentasi dengan aparat kepolisian, Batham bahkan melepaskan tembakan ke beberapa petugas dan melemparkan bom molotof pada mereka yang berdiri di sekitar area penyanderaan. 

Batham adalah seorang terdakwa kasus pembunuhan yang dibebaskan dengan jaminan di sebuah desa di Uttar Pradesh, India. Pada Kamis sore, 30 Januari 2020, dia menjamu lebih dari 20 anak-anak setempat - berusia antara 6 bulan dan 15 tahun untuk merayakan ulang tahun putrinya. Namun yang terjadi, anak-anak itu tidak kunjung pulang ke rumah hingga orang tua mereka datang mencari. 

"Ketika para orang tua menggedor pintu, Batham mulai membentak mereka dan melepaskan tembakan," kata Kepala Kepolisan Daerah,  Tribhuwan Singh.

Aksi penyanderaan itu berlangsung hingga larut malam, di mana anak-anak ditahan di ruang bawah tanah rumah Batham.  Dua orang di area penculikan menderita luka setelah Batham melempari mereka dengan batu. Batham juga melemparkan "bom mentah" kepada mereka yang berkumpul di luar rumah, meskipun tidak jelas apakah bom itu meledak. 

Penduduk setempat mengatakan kepada Times of India bahwa Batham tampaknya sangat mabuk. Sedangkan kepolisian menyebutnya sakit jiwa. 

Pada satu titik kebuntuan, Batham mengajukan sejumlah tuntutan untuk pembebasan anak-anak, yaitu meminta untuk berbicara dengan pejabat politikus Partai BJP setempat. Dia mengaku ingin menyampaikan uneg-uneg tentang kondisi kehidupannya dan keuntungan yang diperoleh pemerintah, tetapi ketika anggota parlemen itu tiba, Batham malah melepaskan tembakan hingga membuatnya ketakutan. 

Dibutuhkan tim komando anti-terorisme dan beberapa petugas kepolisian dalam mengatasi kebuntuan selama 9 jam untuk akhirnya berakhir dalam serangan gaya SWAT yang membuat Batham ditembak mati.  Tidak ada orang lain yang terluka dalam operasi itu dan semua anak-anak yang disandera, serta istri Batham, dievakuasi ke tempat yang aman.  Tembolok senjata dan amunisi yang cukup besar dilaporkan ditemukan di dalam rumah Batham. 

Namun, setelah anak-anak yang disandera dibebaskan, istri Batham malah dikeroyok habis-habisan oleh penduduk desa dan orang tua dari anak-anak yang disandera. Beberapa orang bahkan ada yang menggunakan batu. Dia meninggal di rumah sakit karena luka yang dideritanya beberapa jam setelah pengeroyokan. 

Foto dan video operasi penyelamatan atas peristiwa ini beredar di media sosial pada Kamis malam, 30 Januari 2020, setelah krisis penyanderaan berkepanjangan. Selain kasus pembunuhan, Batham, 38 tahun, juga diduga terlibat dalam empat kasus kriminal lainnya, salah satunya perampokan bersenjata. 

Galuh Kurnia Ramadhani | rt.com






Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

17 jam lalu

Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

Perintah Mahkamah Agung akan mempengaruhi setidaknya 500 gerai komersial di sekitar Taj Mahal.


Kylie Jenner Cerita Perbedaan yang Dialami Usai Melahirkan Anak Pertama dan Kedua

20 jam lalu

Kylie Jenner Cerita Perbedaan yang Dialami Usai Melahirkan Anak Pertama dan Kedua

Kylie Jenner menceritakan perbedaan antara kelahiran dan pascapersalinan dari kehamilan pertamanya hingga yang kedua dalam The Kardashians


PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

1 hari lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.


Pejabat Desa Ungkap Keseharian Ayah Sejuta Anak: Marketing Perumahan

1 hari lalu

Pejabat Desa Ungkap Keseharian Ayah Sejuta Anak: Marketing Perumahan

Polisi menangkap Suhendra, pemilik Yayasan Ayah Sejuta Anak, atas dugaan tindak pidana perdagangan orang


Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

1 hari lalu

Menang Lotre Rp 4,7 M, Pria di India Pusing Banyak Tetangga Mau Utang

Seorang pria di India menyesali keberuntungannya setelah menang lotre Rp 4,7 miliar.


Mengenal Gigantisme Akibat Kelebihan Hormon Pertumbuhan

2 hari lalu

Mengenal Gigantisme Akibat Kelebihan Hormon Pertumbuhan

Gigantisme adalah kondisi langka yang menyebabkan pertumbuhan tidak normal pada anak-anak akibat ada kelainan pada hormon pertumbuhan.


Trik Menghadapi Anak yang Tak Suka Minum Air Putih

2 hari lalu

Trik Menghadapi Anak yang Tak Suka Minum Air Putih

Anak biasanya lebih suka minuman berwarna dan berperasa dibanding air putih. Berikut trik yang bisa dilakukan orang tua agar anak mau minum air putih.


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

2 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Rencanakan Liburan Keluarga? Simak Tips Bepergian dengan Anak

2 hari lalu

Rencanakan Liburan Keluarga? Simak Tips Bepergian dengan Anak

Liburan dengan ikut serta membawa anak, mungkin akan menjadi hal yang sedikit menakutkan bagi para orang tua.


Serena Williams Ungkap Alasan Tidak Pernah Membawa Olympia ke Pertandingan

2 hari lalu

Serena Williams Ungkap Alasan Tidak Pernah Membawa Olympia ke Pertandingan

Putri Serena Williams, Olympia, sempat menonton pertandingan terakhir ibunya