Cacing Pita Hidup di Otak Pria Texas Ini Selama 10 Tahun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor cacing pita terdeteksi menempel di otak seorang pria Texas, Amerika Serikat, dan membuat sakit kepala hebat. Sky News

    Seekor cacing pita terdeteksi menempel di otak seorang pria Texas, Amerika Serikat, dan membuat sakit kepala hebat. Sky News

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria di Texas, Amerika Serikat, yang mengalami sakit kepala hebat hingga membuatnya muntah akhirnya menemukan sumber masalah kesehatannya yaitu cacing pita, yang telah bersarang di otaknya selama sekitar sepuluh tahun.

    Dokter mengira cacing pita itu telah tumbuh sejak pria itu makan daging babi setengah matang di Meksiko.

    “Para dokter di Texas berpikir cacing pita itu telah tumbuh perlahan sejak pria bernama Gerardo ini memakan daging babi setengah matang di Meksiko lebih dari satu dekade lalu,” begitu dilansir

    Sky News pada Rabu, 29 Januari 2020.

    Gerardo mengatakan dia mengalami sakit kepala dan "merasa tidak nyaman" selama berbulan-bulan sebelum dia melakukan scan MRI. Dia melakukan ini setelah sempat pingsan saat bermain sepak bola pada tahun lalu.

    Menggambarkan rasa sakit dari sakit kepalanya, ia mengatakan kepada afiliasi NBC KXAN-TV: "Ini sangat sakit, sangat sangat sakit dan juga membuat saya berkeringat juga, kemudian, saya akan muntah karena rasa sakit hebat ini," kata Gerardo kepada Sky News.

    Dr Jordan Amadio, ahli bedah saraf di Ascension Seton di Austin, mengatakan kasus itu sebagai langka dan benar-benar luar biasa.

    "Di daerah-daerah tertentu di negara itu, seperti Texas dan California, ini bisa lebih umum," katanya.

    "Jadi, saya pikir, pasti ada sesuatu yang harus disadari oleh setiap profesional medis.

    Menurut Amadio, kondisi ini tidak umum dan bisa sebagai hal berbeda.

    Beberapa jenis cacing pita menyebabkan infeksi parasit taeniasis menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

    Makan daging sapi atau babi mentah atau setengah matang adalah faktor risiko utama untuk terinfeksi.

    Kebanyakan orang dengan infeksi cacing pita tidak memiliki gejala atau hanya gejala ringan.

    Setelah operasi rumit untuk menghilangkan cacing pita, Gerardo mengatakan dia kembali ke dirinya yang normal dan telah kembali bekerja.

    Cacing pita juga telah ditemukan di otak saudara perempuannya bertahun-tahun sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.