Ayatollah Ali Khamenei Sebut Donald Trump Badut

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato selama pertemuan di Teheran, Iran, 8 Januari 2020. Khamenei mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan rudal Teheran pada target AS di Irak adalah

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan pidato selama pertemuan di Teheran, Iran, 8 Januari 2020. Khamenei mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan rudal Teheran pada target AS di Irak adalah "tamparan pada wajah" Amerika Serikat.[Situs web / Handout resmi Khamenei via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengejek Presiden Donald Trump dan pejabat Amerika Serikat badut dalam khotbah salat Jumat pertamanya dalam 8 tahun terakhir.

    Khameinei telah menyampaikan khotbah Jumat untuk menyampaikan pesan terkait isu penting, setelah ketegangan meningkat pasca-kematian Jenderal Qassem Soleimani oleh drone AS, penembakkan pesawat sipil Ukraina, dan demonstrasi antipemerintah di Iran.

    Khamenei tidak hanya mengejek Trump sebagai "badut Amerika", tetapi juga mengkritik Prancis, Jerman, dan Inggris sebagai "antek" AS yang tidak bisa dipercaya, dikutip dari CNN, 18 Januari 2020.  Khamenei juga menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban kecelakaan pesawat.

    Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Trump akan "menusuk belati beracun" ke punggung bangsa, dikutip dari Times of Israel.

    Dalam khotbahnya, Khamenei juga menggambarkan kesyahidan Soleimani dan pembalasan Iran terhadap AS sebagai "tindakan Tuhan, bukan manusia," dan mengatakan bahwa Iran telah memberikan tamparan di wajah ke Amerika Serikat.

    "Apa yang terjadi bukanlah karya aktor manusia mana pun, hanya tangan Tuhan," kata Khamenei. "Hari di mana rudal (Garda Revolusi Iran) menghujani pangkalan Amerika, itu juga hari Yang Mahakuasa."

    "Kami melihat sejarah sedang dibuat. Ini bukan hari-hari biasa. Fakta bahwa suatu kekuatan, suatu bangsa, memang memiliki kekuatan spiritual untuk menanggapi kekuatan intimidasi terbesar di dunia dengan tamparan di wajahnya, ini menunjukkan tangan ilahi, tangan Tuhan," kata pemimpin tertinggi Iran.

    Salat Jumat Teheran adalah mimbar tradisional untuk menyebarkan pesan rezim kepada para pengikut, media dan birokrasi pemerintah. Pesan-pesan yang disampaikan oleh ulama terpilih pada hari Jumat di semua kota dirancang di kantor pusat di bawah pengawasan Khamenei, menurut Radio Farda.

    Terakhir kali Khamenei menyampaikan khotbah pada salat Jumat di tahun 2012. Pada 3 Februari 2020, Khamenei merespons pernyataan Presiden AS Barack Obama yang mengatakan bahwa semua opsi ada di atas meja mengenai program nuklir Iran, ketika Iran menghadapi tekanan ekonomi dari dalam negeri. Pada saat itu Ayatollah Ali Khamenei merespons dengan mengatakan "Perang yang mengancam akan mahal bagi Amerika, dan perang itu sendiri akan sepuluh kali lebih mahal".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.