Penasihat Obama: Kejatuhan Rezim Iran Hanya Tunggu Waktu

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan orang Iran meneriakkan

    Ribuan orang Iran meneriakkan "Kematian bagi Amerika," berpartisipasi dalam pemakaman massal untuk 76 orang yang tewas ketika USS Vincennes menembak jatuh Iran Air Flight 655, di Teheran, Iran, 7 Juli 1988.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penasihat keamanan Presiden Barack Obama, Jenderal James Jones, yakin bahwa ketegangan politik di Iran akan berujung pada kejatuhan rezim Ayatollah Ali Khamenei. Menurutnya, kondisi Iran sekarang adalah kondisi paling rentan yang pernah mereka hadapi.

    "Menurut saya, arahnya sekarang bergerak ke kemungkinan (jatuhnya rezim) tersebut. Hal tersebut berkaca pada sanksi, isolasi, dan berbagai keputusan buruk yang mereka ambil," ujar Jones, yang mendampingi Obama dari tahun 2009-2010, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa, 14 Januari 2020.

    Sebagaimana diketahui, tensi politik di Iran semakin tegang pasca berbagai peristiwa yang terjadi dua pekan terakhir. Semua berawal dari serangan Amerika Serikat ke Baghdad pada awal Januari lalu. Serangan tersebut menewaskan petinggi militer Iran, Qassem Soleimani.

    Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan 12 rudal balistik ke basis militer AS di Ain al-Asad, Irak. Namun, serangan tersebut tidak berdampak signifikan karena tidak ada satupun personel militer AS yang tewas. Rencana Iran menyerang AS diduga bocor.

    Belum lama serangan ke basis militer AS dipertanyakan, Iran menjadi sorotan karena peristiwa salah tembak. Iran, tanpa sengaja, menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines yang membawa 176 penumpang. Iran sempat beberapa kali berkelit dari tanggung jawab sebelum mengaku bersalah dan akan kooperatif di proses investigasi.

    Terakhir, selama tiga hari terakhir, rezim pemerintah Iran diserbu demonstran. Mereka menuntut perubahan dan pertanggungjawaban menyusul insiden salah tembak Ukraine International Airlines. Dalam demonstrasi tersebut, lagi-lagi Iran menjadi sorotan karena menahan Duta Besar Inggris yang berkunjung ke unjuk rasa.

    "Kalau kamu mempertimbangkan semua peristiwa tersebut, mulai dari salah tembak pesawat hingga penangkapan, jatuhnya rezim adalah hal yang pasti terlintas di kepala," ujar Jones menegaskan.

    Pemerintah AS membantah bahwa mereka berniat memberikan tekanan keras ke Iran untuk mengganti rezim yang ada. Namun, mereka mengakui bahwa rezim yang ada sekarang patut dipertanyakan tindakan dan kebijakannya.

    CNBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?