Militer AS di Irak Tidak Menyangka Selamat Dari Serangan Iran

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara AS melihat lokasi pangkalan udara Ain al-Asad yang hancur akibat hantaman rudal Iran di provinsi Anbar, Irak, 13 Januari 2020. Garda Revolusi Iran meluncurkan puluhan rudal ke pangkalan udara Ain al-Asad di Irak pada Rabu (8/1) dini hari waktu setempat. REUTERS/John Davison

    Tentara AS melihat lokasi pangkalan udara Ain al-Asad yang hancur akibat hantaman rudal Iran di provinsi Anbar, Irak, 13 Januari 2020. Garda Revolusi Iran meluncurkan puluhan rudal ke pangkalan udara Ain al-Asad di Irak pada Rabu (8/1) dini hari waktu setempat. REUTERS/John Davison

    TEMPO.CO, Jakarta - Personel militer AS yang berbasis di Ain al-Asad, Irak tidak menyangka akan selamat dari serangan rudal Iran pasca pembunuhan Qassem Soleimani pekan lalu. Mereka menganggap hal tersebut sebagai mukjizat.

    "Adalah sebuah mukjizat tidak ada satupun (personel) yang terluka. Tidak ada yang menyangka bahwa akan ada rudal balistik mengarah ke mereka (personel militer) dan tidak ada korban satupun," ujar Letnan Kolonel Staci Coleman, yang mengepalai markas di Ain al-Asad, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa, 14 Januari 2020.

    Sebagaimana diketahui, penyerangan ke Ain al-Asad pada Rabu pekan lalu adalah balasan terhadap aksi Amerika Serikat meluncurkan rudal ke landasan udara Baghdad, Irak. Aksi AS pada tanggal 3 Januari tersebut menewaskan salah satu komandan militer Iran, Qassem Soleimani. Adapun Presiden AS Donald Trump mengklaim aksi tersebut untuk mencegah rencana Iran menyerang empat kedutaan besar AS di Timur Tengah.

    US Defense Secretary dan Kepala Pentagon Mark Esper yakin bahwa Iran tidak akan tinggal diam. Ia memprediksi Iran akan membalas dengan meluncurkan serangan serupa ke basis militer AS. Oleh karenanya, ia meminta personel militer AS di Irak, salah satunya di Ain al-Asad, untuk mengungsi. Tanpa Esper sangka, Ain al-Asad adalah target pertama Iran pada serangan 8 Januari itu.

    Serangan rudal ke Ain al-Asad meluluhlantakkan markas militer yang menampung 1500 personel tersebut. Berbagai perlengkapan militer rusak dan hanya tersisa kawah ledakan di kompleks tinggal personel militer. Untungnya, karena peringatan dari Esper, tidak ada satupun personel yang menjadi korban dalam serangan yang menggunakan 12 rudal balistik itu.

    "Kami mendapat peringatan beberapa jam sebelum serangan terjadi. Kami berhasil memindahkan sebagian perlengkapan," ujar Sersan Tommie Caldwell yang ikut mengkoordinir proses evakuasi di Ain al-Asad, Irak. 

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.