30 Orang Tewas di Acara Pemakaman Jenderal Qassem Soleimani

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga Iran berkumpul saat mengikuti upacara pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani yang tewas akibat serangan udara di Ahvaz, Iran, 5 Januari 2020. Hossein Mersadi/Fars news agency/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

    Ribuan warga Iran berkumpul saat mengikuti upacara pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani yang tewas akibat serangan udara di Ahvaz, Iran, 5 Januari 2020. Hossein Mersadi/Fars news agency/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 30 orang tewas akibat terjebak dalam lautan manusia yang mengantar jenazah pemimpin pasukan elit Garda Revolusi Iran, jenderal Qassem Soleimani ke pemakaman di kota kelahirannya, Kerman hari ini, 7 Januari 2020.

    Selain tewas, sekitar 190 orang terluka, seperti dilaporkan ISNA dan dikutip CNN. 

    Pemakaman jenazah Soleimani pun ditunda karena kerumunan massa yang demikian besar jumlahnya.

    "Karena kerumunan hari ini demikian padat sayangnya sejumlah warga kami yang berduka mengalami luka dan sejumlah tewas," kata Pirhossein Kolivand, kepala pelayanan medis darurat kepada media televisi, seperti dilaporkan Reuters tentang alasan penundaan pemakaman Soleimani.

    Kerumunan massa yang menghadiri pemakaman Soleimani meneriakkan Hancur Amerika. Isak tangis penuh emosi juga terdengar dalam kerumunan itu.

    Belum ada penjelasan resmi sampai kapan penundaan pemakaman orang nomor dua paling berkuasa di Iran itu.

    Soleimani tewas dalam serangan drone militer AS saat iringan mobilnya mendekati bandara internasional Baghdad, Irak pada Jumat pagi, 3 Januari 2020.

    Pentagon menjelaskan pembunuhan jenderal Qassem Soleimani atas perintah Presiden Donald Trump sebagai upaya menghentikan serangan Iran ke AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.