Putri Qassem Soleimani: Hassan Nasrallah Akan Balas Kematian Ayah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Jenderal Qassem Soleimani, Zainab Qassam Soleimani, di Teheran, Iran, 5 Januari 2020.[Mehr News Agency]

    Putri Jenderal Qassem Soleimani, Zainab Qassam Soleimani, di Teheran, Iran, 5 Januari 2020.[Mehr News Agency]

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri Jenderal Qassem Soleimani, Zainab Qassem Soleimani, mengatakan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah akan membalaskan dendam ayahnya yang tewas oleh serangan udara AS yang diperintahkan Donald Trump.

    Zainab Qasem Soleimani berbicara di stasiun televisi Lebanon al-Manar TV pada hari Minggu, mengatakan bahwa Presiden Trump perlu tahu kejahatannya tidak akan pernah menghapus ingatan ayahnya.

    "Kesyahidannya menginspirasi kelahiran kembali di jiwa kita," kata Zainab, dikutip dari kantor berita Iran Mehr News Agency, 6 Januari 2020.

    "Anda tidak mungkin bisa menyaingi ayahku, jadi kamu menargetkannya dengan rudal. Andaikata sudah begitu, Anda akan berhadapan muka dengannya," lanjutnya. "Kemartiran ayah saya tidak akan pernah menghancurkan kita, dan kita akan membalas dendam sampai akhir.".

    Zainab mengatakan Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah, akan membalas dendam atas pembunuhan ayahnya.

    "Saya salut kepada Paman Seyyed Hasan Nasrallah kami yang saya yakin akan membalas dendam untuk ayah saya."

    Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah berbicara selama siaran televisi Al-Manar, Lebanon, 5 Januari 2020.[Al-Manar]

    Al-Manar TV melaporkan, Sekretaris Jenderal Hizbullah Hasan Nasrallah mengatakan respons terhadap darah Soleimani haruslah dengan pengusiran pasukan AS dari wilayah Timur Tengah.

    "Pembalasan minimal terhadap pembunuhan Jenderal Soleimani adalah untuk membebaskan Irak dari pasukan AS," kata Nasrallah.

    Dia menekankan bahwa ketika tujuan ini tercapai maka pembebasan Palestina dan Al-Quds akan segera terjadi.

    Sayyid Nasrallah menegaskan bahwa hukuman yang adil bagi pembunuhan Jenderal Soleimani adalah mengincar pasukan AS, kapal perang, dan pangkalannya.

    "Kami tidak marah atau takut, tetapi kami menganggap bahwa ada peluang untuk menyingkirkan pendudukan dan hegemoni AS," kata Hassan Nasrallah berbicara tentang pembalasan kematian Qassem Soleimani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.