Kaleidoskop 2019: Pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi Tewas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, al Baghdadi bersembunyi di Provinsi Idlib, sebuah wilayah yang didominasi oleh kelompok-kelompok pesaing ISIS, Al Qaeda, dan berjarak ratusan kilometer dari bekas wilayah ISIS di sepanjang perbatasan antara Suriah dan Irak. Islamic State Group/Al Furqan Media Network/Reuters TV

    Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, al Baghdadi bersembunyi di Provinsi Idlib, sebuah wilayah yang didominasi oleh kelompok-kelompok pesaing ISIS, Al Qaeda, dan berjarak ratusan kilometer dari bekas wilayah ISIS di sepanjang perbatasan antara Suriah dan Irak. Islamic State Group/Al Furqan Media Network/Reuters TV

    TEMPO.CO, Jakarta - Teroris paling diburu di dunia, pendiri dan pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi dilaporkan tewas dalam serangan pasukan khusus Delta Force pada Sabtu 26 Oktober 2019.

    Dikutip dari New York Times, kematian Abu Bakar al Baghdadi dalam serangan pasukan Amerika Serikat yang diumumkan pada Minggu oleh Presiden Trump.

    Sehari setelah serangan Amerika terhadap Abu Bakr al Baghdadi, serangan terpisah menewaskan orang yang dianggap sebagai penggantinya, menurut pemimpin milisi Kurdi Suriah dan seorang aktivis Suriah.

    Lewat video drone menunjukkan pasukan AS menyerang lokasi persembunyian Baghdadi dengan jet tempur F-15 dan M1-9 Reaper Drones, menurut laporan CNN.

    Dalam video itu tampak Baghdadi bersama dua orang anak merayap memasuki lubang. Dia kemudian meledakkan dirinya.

    Video itu juga mempertontonkan helikopter AS menyerang para milisi yang menambaki pesawat militer AS saat mendekati lokasi persembunyian Baghdadi. Mneurut McKenzie, sekitar 10 hingga 15 milisi tewas.

    Kepastian Baghdadi tewas, menurut McKenzei, dilakukan dengan uji DNA yang sampelnya dimabil dari DNA Baghdadi saat berada dalam tahanan di Camp Bucca di Iraq. Eks pemimpin ISIS dikhianati oleh orang terdekatnya sendiri, menurut pejabat AS kepada New York Times.

    Identitas informan belum terungkap karena kekhawatiran akan keselamatannya. Tetapi seorang individu mengetahui peristiwa tersebut menggambarkannya sebagai seseorang yang "sangat, sangat dekat, orang kepercayaan Baghdadi."

    Kompleks tempat persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi sebelum serangan udara militer AS di wilayah Idlib Suriah, 26 Oktober 2019. Militer AS menembaki anggota militan saat terbang menuju kompleks lokasi persembunyian Abu Bakar al-Baghdadi. U.S. Department of Defense/Handout via REUTERS.

    Namun Rusia dan Suriah meragukan kematian Baghdadi. Dilaporkan RT.com, Kemenhan Rusia mengatakan tidak ada data kredibel yang membuktikan serangan al Baghdadi terjadi, bahkan menurutnya tidak ada serangan udara apapun di Idlib, dan kematiannya hanya dikonfirmasi oleh satu sumber saja, Amerika Serikat.

    Sementara Presiden Suriah Bashar al Assad mengatakan tidak ada koordinasi dengan negara lain dan minimnya publikasi rincian kematian Baghdadi.

    "Mengapa jasad Baghdadi tidak ditampilkan? Ini adalah skenario yang sama yang diikuti dengan Bin Laden. Jika mereka akan menggunakan dalih yang berbeda untuk tidak menunjukkan mayat, mari kita ingat bagaimana (mantan Irak) Presiden Saddam Hussein ditangkap dan bagaimana seluruh operasi ditunjukkan dari A ke Z; mereka menunjukkan gambar dan klip video setelah mereka menangkapnya," kata Assad.

    Sementara kelompok ISIS mengkonfirmasi kematian pemimpin Abu Bakr al Baghdadi sekaligus mengumumkan penggantinya melalui pesan audio pada 31 Oktober.

    Dikutip dari CNN, dalam pesan audio yang dirilis oleh media ISIS, al-Furqan, ISIS mengumumkan pemimpin baru bernama Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi. Dia menggantikan mantan juru bicara Abu Hasan al-Muhajir, yang dibunuh oleh pasukan AS di dekat Jarablus di Suriah utara, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS pada Senin.

    Pentagon mengatakan mayat Abu Bakr al Baghdadi yang hancur akibat ledakan bom bunuh diri, langsung dibuang ke laut 24 jam setelah kematiannya sesuai dengan hukum Islam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.